suplemenGKI.com

Kamis, 30 Juli 2015.

29/07/2015

Mazmur 51:10-15.

 

Pengharapan untuk dipulihkan untuk memulihkan.

 

Pengantar:
Rupanya penderitaan pemazmur akibat dosa sangatlah berat, sehingga membuatnya tidak lagi bisa bersukacita ataupun bergirang. Bukan hanya itu, bahkan ada perasaan sangat takut yang besar terhadap hadirat Tuhan. Juga ada rasa terbuang dari hadapan Tuhan yang membuatnya seakan tidak ada harganya. Ibarat seorang yang sudah tidak lagi punya harapan hidup. Itu semua diungkapkan pemazmur lewat pujian pengakuan dosa. Pemahaman:

1)      Bayangkan keadaan pemazmur dengan membaca secara perlahan sambil menghayati kalimat demi kalimat di mazmur 51:10-15 ini, kemudian apa yang anda tangkap dari keadaan pemazmur!

2)      Harapan apa yang didambakan pemazmur baik untuk dirinya sendiri maupun untuk pihak lain!

Pernahkah saudara berada dalam keterpurukan jiwa yang sangat dalam, sehingga saudara merasa sangat kesepian, hancur, takut, terasing, terbuang, kehilangan harga diri, malu dan merasa kotor? Lalu apa yang saudara lakukan ketika dalam keadaan demikian? Belajar dari pemazmur, ketika dia berada dalam keadaan demikian, ia justru memiliki kerinduan untuk diperkenankan oleh Tuhan agar diberi kesempatan mendengar kegirangan, dan bersukacita. Semua kerinduan pemazmur itu adalah berbicara tentang sebuah pengharapan untuk dipulihkan oleh Tuhan. Ketika ia merasa dijauh, dibuang, kehilangan semangat ia memohon agar Tuhan membangkitkan kembali semangat hidupnya.

Rasa bersalah karena telah melakukan dosa kepada Tuhan, telah membuat pemazmur merasa Tuhan membuang dirinya dan mengambil berkat-berkat dalam hidupnya (Band. v. 13) Pemazmur sungguh merasa sudah tidak tahan hidup dalam kondisi demikian. Maka ia terus-menerus memohon untuk dipulihkan, itulah satu-satunya pengharapan pribadinya.

Hal yang menarik dari pemazmur di tengah keadaan demikian, ia juga menyediakan dirinya untuk diperlengkapi Allah dengan roh kerelaan untuk memberitakan, mengajarkan jalan Tuhan kepada orang lain (v. 15) Masih ada tanggungjawab untuk mengingatkan orang lain agar tidak melakukan kesalahan seperti yang telah dilakukannya, agar orang lain tidak mengalami penderitaan serupa dengan dirinya, melainkan berbalik kepada Tuhan.

Refleksi:
Tidak mudah menyadari panggilan Tuhan untuk memberitakan kebenaran di tengah-tengah keadaan batin yg sedang terpuruk. Namun belajar dari pemazmur, kitapun harus menyadari panggilan itu. Untuk bisa menyadarinya, mintalah pemulihan terlebih dahulu dari Tuhan.

Tekad:
Tuhan Yesus, mungkin saya saat ini sedang terpuruk, tetapi saya mohon pulihkanlah keadaan saya, agar saya mampu menghayati panggilan-Mu untuk memberitakan Engkau bagi sesama.

Tindakan:
Sekalipun keadaanku sulit dan terpuruk, aku ingin dipulihkan Tuhan sehingga aku dapat menjadi alat Tuhan untuk mengingatkan orang lain agar tidak jatuh dalam keterpurukan yg sama dengan diriku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«