suplemenGKI.com

I Korintus 1:18-31

MENGHAYATI SALIB KRISTUS

 

Pengantar
Bagi orang percaya, salib Kristus merupakan inti dari iman dan pengharapan akan kehidupan yang kekal.  Oleh sebab itu, seharusnya orang percaya memiliki pemahaman dan penghayatan yang benar akan salib Kristus sehingga memiliki keyakinan akan kehidupan kekal yang Dia anugerahkan itu.  Berita salib Kristus adalah benar dan berkuasa.  Itulah yang menjadi pusat nasihat Paulus bagi jemaatnya di Korintus ini.

Pemahaman                                             
Ayat 18: Bagaimana rasul Paulus membedakan penghayatan tentang salib Kristus ? 

Ayat 28-31: Iman bagaimanakah yang dinasihatkan rasul Paulus kepada jemaat Korintus?

Bercermin dari nasihat rasul Paulus apakah kita telah memiliki penghayatan dan pemahaman yang benar tentang salib Kristus?

Dalam perikop ini rasul Paulus mengirimkan suratnya tentang pandangan terhadap salib Kristus.  Rupanya, di jemaat Korintus terdapat pandangan yang menilai bahwa pemberitaan salib Kristus adalah sebuah kebodohan.  Pertama, pandangan Yunani yang terpelajar begitu mengutamakan ilmu pengetahuan dan filsafat sehingga tidak percaya jika Kristus yang tersalib itu bangkit.  Kedua, pandangan Yahudi yang saleh mengutamakan kuasa Allah, tidak percaya jika Yesus yang dianggap Mesias, mati di salib.  Sebab menurut anggapan dan harapan mereka Mesias itu berkuasa, kuat, tangguh dan perkasa.

Paulus melihat bahwa jemaat Korintus masih sangat dipengaruhi pandangan-pandangan tersebut.  Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan beberapa hal kepada jemaat Korintus: Pertama, bahwa pemberitaan salib, kematian dan kebangkitan Kristus adalah pusat pemberitaan Injil yang merupakan berita dari Allah sendiri.  Itu merupakan inti dari iman yang menyelamatkan bagi yang percaya.  Kedua, Inti dari berita Injil adalah salib Kristus.  Maka seseorang dimungkinkan mengenal Allah, haruslah melalui pemberitaan salib Kristus.  Ketiga, di dalam pemberitaan Injil, manusia akan menemukan kekuatan Allah yang mengalahkan dosa dan mengaruniakan hidup kekal (ay.25).  Menurut Paulus penilaian yang menyatakan pemberitaan salib sebagai kebodohan akan berujung pada kebinasaan sebab penilaian itu berasal dari hikmat manusia.  Untuk bisa memahami dan menghayati berita salib Kristus itu diperlukan kerendahan hati (ay.29-31).  

Nasihat Paulus ini juga diperuntukkan bagi kita, orang-orang percaya masa kini, sebab ada banyak pengajaran dan pergumulan hidup yang mencoba melencengkan pusat iman kita bukan kepada Kristus.  Seperti halnya jemaat Korintus, kita pun harus menghayati salib Kristus secara sungguh agar iman dan pengharapan kita tidak tergoyahkan.   Dan itu hanya dimungkinkan melalui kerendahan hati ketika menerima pengajaran firman Tuhan dan pencerahan Roh Kudus. 

Refleksi
Mari merenungkan: Apa arti salib bagi kita?  Hanya orang-orang yang dipilih dan dilimpahi anugerah-Nya sajalah yang dimampukan untuk merespons pemberitaan Injil.  Kesediaan untuk merendahkan hati menerima kebenaran dibutuhkan agar setiap saat kita menyakini berita Injil yang menyelamatkan.

Tekadku
Tuhan tolonglah agar keyakinanku akan salib Kristus tidak tergoyahkan karena pergumulan ekonomi, sakit penyakit, tantangan pekerjaan, pergumulan rumah tangga, dll. 

Tindakanku
Selalu belajar firman-Nya dan membuka hati akan bimbingan Roh Kudus di saat apapun agar keyakinan akan salib Kristus tidak tergoyahkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«