suplemenGKI.com

Kamis, 30 Desember 2010.

Efesus 3 : 8 – 13

“Hak Istimewa hendaknya membuat manusia rendah hati”

Kemarin kita merenungkan bahwa rasul Paulus berkata-kata tentang rahasia Allah yang dinyatakan kepadanya dengan wahyu. Dan hari ini kita akan merenungkan tentang tugas yang dipercayakan Allah kepada rasul Paulus untuk memberitakan Injil ( kabar keselamatan ) kepada orang-orang kafir. Paulus adalah pelayan Injil ( diakonos ), pekerjaannya berdasarkan kasih karunia Allah. Ia bukan tuan tetapi pelayan, tapi pelayanannya bukan ia terima dari manusia tetapi dari Allah.

Pertanyaan penuntun.

1.       Mengapa rasul Paulus menganggap bahwa dirinya adalah yang paling hina diantara segala orang kudus ? (ayat 8 ).

2.       Bagaimana rasul Paulus meresponi  panggilan Allah ? dan bagaimana ia menganggap pelayanan yang dipercayakan kepadanya ? ( ayat 8b – 13 )

3.       Bagaimana kita bisa meneladani rasul Paulus ?

Renungan.

Rasul Paulus menganggap dirinya sebagai orang yang yang telah diberi dua hak istimewa sekaligus oleh Tuhan.

Pertama : Ia telah diberi hak  untuk mengetahui rahasia besar, yaitu bahwa Allah menghendaki semua orang dipersatukan dalam kasihNya. Hal ini dimulai dari kebangkitan kristus dari antara orang mati, terus berlangsung dalam pemberian kasih karunia Allah untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi (bangsa-bangsa lain) sampai kepada persatuan orang Kristen Yahudi dengan orang Kristen bukan Yahudi dalam tubuh Kristus.

Kedua  : Bahwa ia ( Paulus ) boleh memperkenalkan rahasia itu kepada gereja dan bahwa dia boleh menjadi alat untuk menyalurkan Anugerah Allah itu kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan tugas itu dipercayakan kepada Paulus orang yang paling hina diantara segala orang kudus. Walaupun demikian Paulus menganggap sebagai hak yang istimewa karena ia menjadi pelayan Kristus kepada bangsa-bangsa diluar Yahudi.

Namun demikian Paulus menyadari bahwa hak istimewa itu tidak sedikitpun membuat Paulus menjadi sombong, dan merasa hebat, namun justru  sebaliknya ia menjadi semakin rendah hati. Itulah yang patut kita teladani dari raul Paulus. Jika sekali waktu kita mendapat kesempatan untuk berkotbah atau mengajarkan kasih Allah atau melayani Tuhan Yesus Kristus dan kita dapat melakukannya dengan sangat gemilang, maka hendaklah kita ingat bahwa kebesaran kita tidak terletak  pada diri kita melainkan terletak pada tugas dan berita Kristus yang kita sampaikan. Suatu fakta yang sering menyedihkan ialah bahwa banyak orang terlalu mementingkan martabat dirinya ketimbang martabat dan wibawa Kristus, padahal seharusnya Kristus harus ditampilkan ketimbang diri kita sendiri. Oleh sebab itu milikilah kerendahan hati. Amin.

Kebesaran kita bukan terletak pada kehebatan kita tetapi terletak pada Kristus”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«