suplemenGKI.com

Yehezkiel 33:7-11                           

BERTOBATLAH !

 

Pengantar
Orangtua mana yang berharap menyaksikan kehancuran anaknya? Orangtua mana yang akan diam ketika melihat anaknya melakukan kesalahan? Orangtua mana yang akan diam menyaksikan anaknya menyakiti dirinya sendiri? Jawabannya sudah pasti tidak ada. Orangtua akan selalu berusaha memperhatikan dan membimbing anak mereka. Orangtua akan memberikan nasihat dengan penuh kasih sayang kepada anaknya. Orangtua dengan setia juga akan selalu mengingatkan anaknya agar tidak jatuh dalam kesalahan yang sama. Itulah yang dilakukan Allah kepada bangsa Israel. Allah Israel adalah Allah yang penuh cinta dan kasih sayang. Semurka dan semarah apapun, Allah Israel tetap menunjukkan kasih sayang yang besar kepada umat-Nya. Hubungan antara orangtua dan anak digambarkan dengan jelas dalam bagian-bagian Perjanjian Lama termasuk kitab Yehezkiel.

Pemahaman
Ayat 7 – 9            Tugas apa yang dipercayakan Allah kepada Yehezkiel ?
Ayat 10-11           Apa yang Allah kehendaki agar dilakukan oleh umat-Nya ?

Yehezkiel adalah seorang nabi yang berada ditengah-tengah umat Allah dimasa pembuangan di Babel. Yehezkiel menjadi kepanjangan lidah Allah untuk menegur, mengingatkan dan menguatkan umat Allah yang berada dipembuangan. Allah menugaskan Yehezkiel untuk berani menyatakan yang salah apabila itu salah dan tidak membiarkan kesalahan itu (ayat 7-9). Hal itu tentu bukan perkara yang mudah. Yehezkiel sendiri diminta untuk berani menyerukan agar umat Allah mau bertobat. Mau mengubah perilakunya.

Allah tidak menghendaki umat-Nya terus melakukan dosa dan kesalahan. Allah tidak ingin umat-Nya menderita dan terpuruk (ayat 10-11). Allah ingin memulihkan keadaan umat-Nya. Hal itu bisa dilakukan hanya apabila umat mau memberi diri untuk berubah dan menyadari kesalahan yang telah dilakukannya.

Pesan bacaan hari ini dengan jelas mengajak semua orang untuk melepaskan segala perilaku yang buruk dan mulai menata kehidupan yang lebih baik dengan membangun perilaku yang positif. Allah menghendaki agar umat hidup dan menikmati kehidupan berdasarkan ketaatan. Apabila sikap-sikap negatif terus dibangun dalam kehidupan, umat bukan hanya akan kehilangan damai sejahtera tetapi hidupnya juga akan semakin mengalami keterpurukan.

Refleksi
Pertobatan bukanlah keadaan atau kondisi yang instan. Pertobatan juga tidak jatuh dari langit begitu saja. Pertobatan adalah proses. Proses yang harus dijalani oleh umat Allah. Allah menghendaki kehidupan umat-Nya dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya. Apabila sikap hidup umat masih terjebak pada dosa, bagaimanakah Allah bisa memakai umat menjadi saksi-saksi-Nya ?

Tekad
Ya Allah, tolong kami secara pribadi untuk berubah. Tolong keluarga kami juga untuk berubah. Jadikan kami menjadi anak-anak yang berkenan dihadapan-MU. Jadikan keluarga kami menjadi teladan bagi orang lain. Jangan biarkan kami memperlihatkan contoh keluarga Kristen yang buruk, tetapi mampukan kami menjadi keluarga Kristen yang baik dan bisa menjadi terang bagi kehidupan keluarga lain disekitar kami

Tindakan
Berkomitmen bersama istri, anak, suami, orangtua, menantu dan seluruh keluarga untuk berubah. Bersama-sama memperbaiki kesalahan. Tidak memperlihatkan keegoisan dan mau menang sendiri

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*