suplemenGKI.com

Kamis, 3 Mei 2018

02/05/2018

ALLAH, HAKIM YANG ADIL

Mazmur 98:7-9

 

Pengantar
Sebuah film keluarga yang menarik berjudul The Winslow Boy mengisahkan tentang seorang anak berusia 13 tahun yang dikeluarkan dari sekolah militer di Inggris karena dituduh mencuri. Ayah si anak, yang yakin bahwa anaknya tidak bersalah, mengerahkan segala kemampuan untuk membela anaknya itu. Saat kasus ini menarik perhatian masyarakat, banyak orang mendukung anak itu dengan mengeluarkan slogan “Biarlah keadilan ditegakkan.” Film tersebut menggambarkan keadilan yang sangat dinantikan semua orang. Namun apalah daya, hukum tentang keadilan masih sering diperjualbelikan. Siapa yang kuat, dialah pemenangnya. Semuanya dapat terbalik: “yang salah jadi benar, yang benar jadi salah”. Dunia menantikan hakim yang adil, yang mampu membebaskan setiap orang yang telah terbelenggu oleh ketidakadilan. Demikian pula yang dirindukan oleh Pemazmur. Mari kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 9             : Bagaimana pemazmur menggambarkan Tuhan sebagai hakim yang adil?

Pengalaman umat Israel ketika ditindas dan diperlakukan tidak adil oleh bangsa lain, serta karya penyelamatan Allah, memanggil pemazmur untuk bersyukur dan bersukacita.  Pemazmur bersukacita karena Tuhan sungguh-sungguh hadir untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. Dia adalah hakim yang adil, menolong umat-Nya yang tertindas dan terbelenggu dari berbagai macam ketidakadilan. Mereka yang telah putus asa, kehilangan semangat, dan pengharapan, dibangkitkan kembali oleh karena tangan Allah yang mengangkat mereka dari penderitaan. Demikian pula ketika saatnya nanti Ia datang kembali di bumi ini. Setiap umat ciptaan-Nya akan dihakimi. Sebagai hakim yang adil, Ia pasti akan menimbang segala perkara dan tak ada tawar menawar di dalamnya. Jika hakim-hakim di dunia masih dapat disuap, lain halnya dengan Tuhan. Ia dapat menimbang perkara dengan tegas, mana yang benar dan salah. Keadilan-Nya telah ditegakkan di depan mata bangsa-bangsa, sebagai bukti kasih dan pemeliharaan terhadap umat-Nya. Umat mengalami kemenangan karena keadilan-Nya mengalahkan kejahatan dunia. Oleh karena itu, umat patut bersyukur dan bersukacita atas keadilan yang Allah nyatakan dalam hidup mereka.

Refleksi
Apakah saudara pernah mengalami perlakuan yang tidak adil? Mengapa saudara mendapat perlakuan tersebut? Apakah yang saudara lakukan ketika diperlakukan tidak adil?  Sangatlah tidak mudah untuk bersukacita ketika kita mengalami perlakuan tidak adil. Terlebih jika para pelakunya adalah orang terdekat atau orang yang kita sayangi. Tetapi yakinlah bahwa Allah hakim yang adil itu akan menguatkan dan memberikan pengharapan.

Tekadku
Tuhan, berikanlah aku kekuatan ketika diperlakukan tidak adil oleh orang-orang di sekitarku. Ajarku untuk mengampuni mereka. Berikanku iman dan keberanian untuk menghadapi segala hal yang terjadi dalam hidupku.

Tindakanku
Hari ini aku akan mendatangi salah seorang yang telah menyakiti dan memperlakukanku dengan tidak adil. Aku akan mengampuni apa yang telah mereka perbuat padaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»