suplemenGKI.com

Kamis, 3 Mei 2012

02/05/2012

Mazmur 22:20-32

 

PENGHARAPAN DI TENGAH KESESAKAN

Rangkaian ayat pada bagian ini merupakan bagian dari Mazmur 22 yang bertemakan keluhan dan kesesakan yang dialami pemazmur.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apakah permohan pemazmur kepada Tuhan?  (ayat 20-21)
  2. Bagaimana pemazmur memandang Tuhan dalam hubunganya dengan kesesakan yang ia alami?  (ayat 25)
  3. Orang yang bagaimanakah yang menurut pemazmur akan dapat memuji-muji Tuhan, ketika justru dalam kesesakannya?  (ayat 27)
  4. Apa yang pemazmur yakini tentang Tuhan dalam pergumulannya?  (ayat 29)
  5. Bagaimana pemazmur menggambarkan kuasa Tuhan dalam hubungannya dengan hidup dan mati?  (ayat 30)
  6. Masihkah hari ini kita memiliki pengharapan di dalam Tuhan? 

RENUNGAN

Iman dan pergumulan hidup menjadi paradoks bagi orang percaya.  Di satu sisi, kita meyakini bahwa Tuhan adalah pribadi yang ada dan berkarya di tengah kehidupan umatNya.  Dia selalu ada dan menedengar keluhan umatNya.  Namun di sisi yang lain, khususnya dalam masa-masa kesesakan yang di dalamnya doa senantiasa dipanjatkan dengan tiada putusnya, sepertinya Tuhan tetap diam beribu bahasa.  Benarkah Dia ada dan merasakan kesulitan kita?  Ataukah Tuhan memang tidak ada, sehingga wajar bila orang percaya seolah bergumul sendiri tanpa Dia.  Memang tekanan hidup dan penindasan yang begitu dahsyat sering menyebabkan iman menjadi luluh dan semangat penyerahan berganti dengan kepahitan bahkan dendam.  Masihkah kita perlu menaruh harap kepadaNya? 

Syukur kepada Tuhan! Pemazmur tidak berhenti sampai di sini. Pemazmur melanjutkan doanya dengan seruan permohonan yang disertai keyakinan. Ia memohon sekali lagi agar Tuhan segera menolong (ayat 20-22), dan ia memuji Tuhan untuk pertolongan yang akan datang, juga mengajak umat Tuhan untuk memuji Tuhan (ayat 23-24,26-27). Adalah keyakinan pemazmur bahwa Tuhan tidak melupakan atau membuang dirinya (ayat 25a), sebaliknya Tuhan akan mendengar dan menolongnya (ayat 25b). Itu sebabnya pemazmur bertekad melaksanakan nazarnya (ayat 26b).  Pemazmur tahu bahwa Tuhan berdaulat atas isi seluruh bumi (ayat 28-29), semua akan tunduk di hadapan-Nya, semua yang dulu menentang-Nya dengan sombong (ayat 30), juga semua yang tetap setia dan berharap kepada-Nya (ayat 31-32).  Keyakinan pemazmur ini mencerminkan pengharapan yang ia miliki meskipun harus bergumul dengan keadaan yang menyesakkan.  Pemazmur tidak gentar melewati semuanya. 

Kehidupan mana yang hadirnya tanpa kesesakkan?  Bukankah justru di situ hakikat kehidupan, yaitu bersahabat dengan pergumulan.  Kehidupan selalu identik dengan pergumulan.  Tidak ada satu keadaan di mana manusia tidak berhadapan dengan pergumulan. Persoalannya adalah bagaimana orang percaya menghadapinya?  Sama seperti sikap pemazmur, orang yang tertindas, memperoleh jawaban yang menyejukkan, demikian juga orang percaya masa kini pun dapat dilegakan dari beratnya beban kehidupan, yaitu dengan tetap meyakini sekali lagi kedaulatan dan kasih setia Tuhan yang sudah dan akan menyelamatkan mereka.  Pemazmur memang luar biasa.  Ia tidak kehilangan iman, melainkan percaya penuh kepada kasih setia Tuhan.  Sekarang, bagaimana dengan kita?  Adakah kita bersikap seperti pemazmur yang meskipun dalam kesesakan, tetap mampu meyakini adanya pengharapan yang melegakannya?  Dan bukankan di dalam kesesakanlah pengharapan sebagai buah iman kepada Tuhan yang adalah sumber pertolongan, justru makin bertumbuh?  Bagaimana dengan hidup kita di saat menghadapi pergumulan?  Apakah kita masih memiliki pengharapan yang kokoh kepada Tuhan?  Mari datang kepada Tuhan dan milikilah pengharapan iman di dalam Dia!

 Teruslah Berharap kepada Tuhan, sebab Ia tidak pernah mengecewakan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»