suplemenGKI.com

“Jangan Jadikan ‘KABAR BAIK’ sebagai Kabar Buruk”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Ayat 6-7: Persoalan apa yang terjadi di jemaat Galatia?
  2. Ayat 8-9: Apa yang Paulus tegaskan tentang orang-orang yang menyelewengkan Injil?
  3. Ayat 11-12: Apa yang membuat Paulus memiliki ketegasan sikap yang demikian terhadap Injil dan para penyeleweng Injil?
  4. Ayat 10: Bagaimana ketegasan sikap Paulus terhadap dirinya sendiri?
  5. Ayat 1: Apa yang membuat Paulus memiliki ketegasan sikap yang demikian terhadap dirinya sendiri?
  6. Apa yang bisa Anda pelajari dari Paulus untuk menjadi seorang Kristen yang sejati?

Renungan

Paulus sedang menghadapi suatu pertempuran untuk mempertahankan kebenaran Injil. Guru-guru palsu sedang menyebarkan suatu ‘injil’ palsu yang merupakan campuran Taurat dan kasih kasih karunia.  Paulus tidak berdiam diri melihat jemaat yang dilayaninya disesatkan orang lain. Ketegasan dan keberanian Paulus ditunjukkan dalam dua hal, yaitu :

(a) Menegaskan bahwa siapa pun itu yang memberitakan injil berbeda dengan Injil Kristus, memutarbalikannya untuk kepentingan-kepentingan tertentu, ‘terkutuklah dia!’ Perkataan Paulus ini bukan fanatisme yang sembarangan, melainkan karena Paulus meyakini bahwa Injil itu bukan karangan manusia. Injil bukan tentang manusia. Tetapi Injil itu berasal dari Kristus dan Kristus sendiri adalah pusat dari pemberitaan Injil. Paulus menerima Injil bukan karena pekerjaan manusia, tetapi karena Kristus sendiri yang menyatakan kepada dirinya.

(b) Paulus tidak takut menghadapi guru-guru palsu itu dan tidak berani memberitakan Injil sembarangan hanya untuk memperoleh penerimaan dari manusia, sebab yang dicarinya adalah kesukaan Allah. Prinsip hidup Paulus ini terbangun karena Paulus menyadari bahwa keberadaannya sekarang sebagai Rasul adalah karena panggilan Allah, bukan karena manusia-manusia tertentu.

Hari ini banyak orang Kristen yang lebih suka mendengarkan atau menyampaikan firman yang enak-enak untuk didengar, yang hanya memanjakan orang Kristen. Tidak jarang hal ini lambat laun menyesatkan orang Kristen bukan mengejar kesukaan Allah tetapi justru mengejar kesukaannya sendiri melalui Allah. Karena itu kita perlu menjaga hidup kita agar seperti Paulus, tegas dalam mempertahankan kemurnian Injil melalui (a) kepekaan terhadap pemberitaan injil yang keliru dan (b) senantiasa mengejar kesukaan Allah, bukan kesukaan diri sendiri/orang lain.

Kristen sejati memiliki Injil yang murni dan terus menerus memurnikan hidupnya dengan Injil.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*