suplemenGKI.com

RAHASIA KRISTUS (1)

Efesus 2:11-22

 

Pengantar
Ada tembok pemisah antara orang Yahudi dan orang non Yahudi. Orang Yahudi melalui penyataan Allah dan pengalaman hidup nenek moyang mereka bersama dengan Allah, merasa bahwa mereka dikhususkan Allah. Begitu pula dengan orang non Yahudi (orang-orang Yunani para pengikut agama misteri), mereka beranggapan bahwa hanya mereka yang memiliki hikmat ilahi. Kedua anggapan ini sungguh keliru, karenanya Paulus mengungkapkan suatu kebenaran, yaitu rahasia Kristus. Apakah rahasia Kristus itu? Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 3             : Bacalah juga pasal 2:13-17 Apakah yang dimaksud oleh Paulus dengan rahasia Kristus?
  • Ayat 5-6         : Bagaimana rahasia itu dinyatakan pada zaman dahulu dan pada zaman perjanjian baru?
  • Ayat 7-12       : Bagaimana rahasia Kristus tersebut mengubah kehidupan Paulus? Dan apakah yang kemudian dilakukan Paulus kepada orang-orang non Yahudi setelah mengetahui rahasia itu?
  • Apakah hubungannya rahasia Kristus tersebut dengan kehidupan iman kita sekarang? Bagaimana saudara menghayati rahasia kristus itu? Apa dampaknya bagi hidup saudara saat ini?

Rahasia Kristus yang dipahami oleh rasul Paulus adalah bahwa kematian Kristus telah meruntuhkan tembok pemisah antara orang Yahudi dan non Yahudi. Sebab hanya di dalam Kristus, mereka dapat memiliki jalan kepada Bapa (Ay. 18). Bukan karena Taurat atau suku bangsa Yahudi, bukan karena keturunan Abraham mereka diperkenankan oleh Bapa, melainkan karena Kristus yang telah menjadi korban pendamaian bagi mereka.

Rahasia Kristus ini memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan Paulus, diantaranya: (1) Paulus sadar siapa dirinya dan masa lalunya sebagai penganiaya pengikut Kristus, karena itu Ia merasa diri paling hina (Ay. 8); dan ketika Allah memanggilnya menjadi pemberita Injil, ia menyebut bahwa hal itu sebagai anugerah. Demikian pula dengan kita, rahasia Kristus ini mengajak kita senantiasa mengingat bahwa status kita di hadapan Allah sekarang adalah karena anugerah-Nya semata. (2) Paulus sadar ada banyak orang yang belum mendengar kabar baik tentang rahasia Kristus itu, karena itu ia dengan giat memberitakannya kepada orang lain, khususnya kepada orang-orang non Yahudi. Jika demikian, maka kita sebagai orang yang telah menerima anugerahnya, kita menyadari bahwa anugerah itu tidak untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang-orang lain di sekitar kita yang juga membutuhkan anugerah Allah. 

Refleksi
Renungkanlah: Seandainya setiap orang Kristen seperti Paulus: menyadari diri sebagai pelayan Kristus, dan menyadari pertolongan anugerah Allah. Pasti kehidupan mengikut Kristus akan penuh dengan rasa syukur dan sukacita.

Tekadku
Tuhan tolong saya untuk selalu menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah dari Tuhan. Sehingga saya bisa melakukan segala sesuatu dengan bersandar sepenuhnya pada pertolongan-Mu.

Tindakanku
Mensyukuri anugerah Tuhan dengan melakukan yang terbaik (melayani, bekerja, beribadah) untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk kepentingan/kepuasan diri sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«