suplemenGKI.com

Markus 1:1-8

YOHANES PEMBAPTIS, SANG PERINTIS

PENGANTAR
Di awal Injil yang ditulisnya, yaitu di pasal 1:2-13, Markus menyajikan tiga peristiwa penting yang mendahului penampilan Yesus yang pertama kali untuk memberitakan Injil di Galilea (ay. 14-15).  Tiga peristiwa itu adalah: 1) tampilnya Yohanes Pembaptis sebagai perintis jalan (ayat 2-8), 2) pembaptisan Yesus (ayat 9-11), dan 3) pencobaan Yesus (ay 12-13). Hari ini kita akan fokus pada peristiwa pertama (ay. 2-8).

PEMAHAMAN

  • Ayat 2-3.      Perhatikanlah cara Markus memperkenalkan Yohanes Pembaptis. Apa hubungan Yohanes Pembaptis dengan nubuatan yang ada di ayat 2-3?
  • Ayat 4-5.      Panggilan apakah yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis kepada orang banyak? Di manakah ia menyerukan panggilan itu?
  • Ayat 6-8.      Apa yang dipikirkan orang banyak melihat penampilan Yohanes Pembaptis seperti di ayat 6? Bagaimana cara Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus kepada orang banyak? (ay. 7-8). Apa yang dapat Anda pelajari dari peran dan pelayanan Yohanes Pembaptis sebagai perintis jalan bagi kedatangan Mesias?

Markus menampilkan Yohanes Pembaptis sebagai nabi yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias, sebagaimana yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama (ay. 2-3, band. Mal. 3:1 dan Yes. 40:3). Seperti nabi-nabi lain dalam Perjanjian Lama, Yohanes Pembaptis tampil dengan panggilan pertobatan (ay. 4). Sekilas nampak aneh bahwa Yohanes Pembaptis menyerukan panggilan itu di “padang gurun”, sebuah lokasi yang tak berpenghuni.  Namun “keanehan” ini terjawab di ayat 5: justru orang banyak yang berdatangan ke padang gurun untuk mengaku dosa dan dibaptiskan. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan spiritual mereka, sekaligus menegaskan wibawa kenabian Yohanes Pembaptis.

Di ayat 6, Markus kembali menegaskan identitas Yohanes Pembaptis sebagai nabi. Kali ini melalui pakaian dan makanannya. Penampilan Yohanes Pembaptis mengingatkan mereka kepada nabi Elia (2 Raja-raja 1: 8), yang akan diutus kembali kepada mereka menjelang kedatangan Tuhan (Mal. 3:1; 4: 5). Ini terkait erat dengan ayat 7-8, di mana Yohanes Pembaptis memberitakan kedatangan Seseorang yang memiliki otoritas lebih besar dari padanya (ay. 7). Anugerah yang dibawa-Nya pun lebih besar daripada yang dibawa Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis membaptis mereka dengan air sebagai tanda pertobatan, dan Dia akan membaptis mereka dengan Roh Kudus, yaitu Roh Allah yang akan memulihkan kehidupan rohani mereka (lihat Yes. 44:3).

Banyak orang jatuh dalam kesombongan ketika Tuhan memberinya kepercayaan yang besar dalam pelayanan. Tidak demikian dengan Yohanes Pembaptis. Peran sebagai perintis jalan bagi Kristus tentu sangat membanggakan. Namun, Yohanes Pembaptis tetap setia mengerjakan tugasnya dan tak tergoda untuk mencuri kemuliaan bagi dirinya sendiri.

REFLEKSI
Pelayanan yang mulia dipercayakan oleh Tuhan hanya kepada para hamba yang rendah hati.

TEKADKU
Tuhan, aku akan mengerjakan pelayanan yang Kau percayakan kepadaku dengan setia dan rendah hati.

TINDAKANKU
Aku akan mengucapkan terima kasih kepada minimal dua orang yang telah mendukung pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«