suplemenGKI.com

PENGAMPUNAN WUJUD CINTA KASIH ALLAH

Lukas 1:76-79

 

Pengantar

Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan perlahan bangkit berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan. Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Van der Broek, ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu. Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya, menembaknya dan membakar tubuhnya. Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi. Ia mengambil suaminya. Dua tahun wanita itu tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Kemudian, van der Broek kembali lagi dan mengajak wanita itu ke suatu tempat di tepi sungai. Ia melihat suaminya diikat dan disiksa. Mereka memaksa suaminya berdiri di tumpukan kayu kering dan menyiramnya dengan bensin. Belum lama berselang, Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia dinyatakan bersalah, dan sekarang adalah saatnya untuk menentukan hukumannya. Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, “Jadi, apa yang Anda inginkan? Apa yang harus dilakukan pengadilan terhadap orang ini yang secara brutal telah menghabisi keluarga Anda?” Jawab wanita itu: “Saya ingin Mr. Van den Broek tahu bahwa saya memberikan maaf bagi dia karena Yesus Kristus mati untuk mengampuni. Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan?”

Pengampunan merupakan hal terindah. Melalui pengampunan seseorang dapat merasakan damai sejahtera ALLAH. Oleh karena pengampunan dari ALLAH, umat dapat memperoleh anugerah keselamatan.

 

Pemahaman

Ayat 76 – 79        Apakah yang hendak disampaikan Zakharia dalam nyanyiannya?

 

Zakharia dalam nubuatannya menyampaikan tugas dan tanggungjawab yang akan dipikul oleh anaknya, Yohanes pembaptis. Tugas dan tanggungjawab memberitakan cinta kasih ALLAH yang mengampuni dosa umat-Nya sehingga umat memperoleh keselamatan yang membawa damai sejahtera (ayat 76-79).

 

ALLAH adalah ALLAH yang membenci kejahatan umat-Nya, namun ALLAH juga tetap memberikan manusia kesempatan untuk bertobat dari tingkah langkahnya. ALLAH mencintai umat-Nya. DIA bersedia mengampuni dosa-dosa umat-Nya untuk memberikan kehidupan yang penuh damai sejahtera. ALLAH merancang karya keselamatan melalui putra tunggal-Nya Yesus Kristus. Itulah mengapa segala hal yang ALLAH lakukan sudah seharusnya menjadi motivasi bagi umat untuk bertobat dan memperbaharui diri.

 

Refleksi

Sudahkah kita hidup dalam keselamatan? Sudahkah kita merenungkan karya ALLAH dan mensyukurinya? Sudahkah rasa syukur itu diikuti oleh kesungguhan untuk bertobat dan memperbaharui diri?

 

Tekadku

Ya ALLAH saya bersyukur atas karya-Mu dalam hidupku. Mampukan saya hidup dalam keselamatan yang Engkau anugerahkan. Mampukan saya untuk sungguh-sungguh bertobat dan memperbaharui diri

 

Tindakanku

Berkomitmen untuk hidup kudus dan mengendalikan diri dari perbuatan yang TUHAN tidak berkenan

 

 

 

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«