suplemenGKI.com

Kamis, 3 April 2014.

02/04/2014

Mazmur  130:5-8.

 

Kerinduan Dan Hasrat Cinta Kepada Allah

 

Pengantar:
Beberapa penafsir mengatakan bahwa mazmur 130 ini adalah nyanyian dari para pendoa yang sedang menginap di Bait Allah untuk menantikan sabda Allah yang akan datang kepada mereka (Lih. Maz 90:14, 143:8) Meskipun mazmur 130 ini tidak begitu jelas latarbelakangnya, tetapi mazmur ini adalah salah satu mazmur yang sangat berpengaruh bagi kehidupan kerohanian orang-orang percaya di sepanjang sejarah. Martin Luther dan John Wesley memuji mazmur ini sebagai mazmur pertobatan karena isinya sesuai dengan pesan Injil: Allah di dalam Yesus Kristus yang menyelamatkan dan mengampuni. 

Pemahaman:

  1. Seperti apakah pemazmur menggambarkan kerinduannya kepada Tuhan? (5-6)
  2. Apa dasar kerinduan pemazmur kepada Tuhan? (7)
  3. Pengharapan apakah yang menanti umat Tuhan yang senantiasa merindukan Tuhan? (8) 

Dalam ayat. 5-6, pemazmur menggambarkan kerinduannya kepada Tuhan seperti seorang penjaga malam. Seorang penjaga malam yang berjaga-jaga mulai sekitar pukul lima sore dan sampai pada pagi hari adalah sebuah pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan. Dia akan merasa takut, kesepian, kelelahan, mengantuk dan digigit nyamuk dan sebagainya. Sebuah situasi yang sulit dilalui, maka tidak heran si penjaga malam selalu ingin agar pagi hari segera datang. Baginya suasana pagi hari adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, menyegarkan dan memulihkannya. Pemazmur yang telah lama hidup dibelenggu oleh dosa juga merasakan hidupnya seperti apa yang dialami sipenjaga malam. Pemazmur tidak betah, tidak tahan dan tidak ingin berlama-lama dalam penderitaan karena dosa. Itu sebabnya ia sangat merindukan firman Tuhan yang berkuasa memulihkan, menyelamatkannya.

Dasar dari kerinduan pemazmur terhadap Tuhan adalah karena  ia mengenal Tuhan, mengerti bahwa Tuhan penuh kasih dan telah terbukti pertolongan-Nya kepada pemazmur. Pengenalan dan pengertiannya kepada Tuhan adalah wujud imannya kepada Tuhan.

Pengalaman memperoleh pengampunan dan penyelamatan Allah itulah yang selanjutnya membawa pemazmur berani menyerukan pertobatan kepada umat Tuhan yang berulang kali menyakiti hati-Nya. Tujuan seruan pemazmur agar mereka juga mengalami penyelamatan dan pengampunan-Nya. Ketika kita berada dalam kesesakan, penderitaan dan kesulitan janganlah menantikan hal-hal lain, tetapi nantikanlah Tuhan, Dialah yang sanggup menolong kita.      

Refleksi:
Coba renungkan, berapa sering ketika kita susah, sedih, mengalami kesulitan, kita berusaha berseru, menantikan pertolongan pada sesuatu di luar Tuhan. Langkah itu adalah salah, yang benar adalah sepenuhnya menantikan Tuhan saja.

Tekad:
Tuhan, ampuni saya jika seringkali saya bahkan meninggalkan Engkau justru ketika saya dalam kesulitan. Tolonglah agar saya hanya menantikan Engkau saja ketika saya menderita.

Tindakan:
Mulai sekarang dalam keadaan apapun saya hanya menantikan Tuhan bagi pertolonganku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«