suplemenGKI.com

KEBAHAGIAAN ORANG BENAR

Mazmur 37:1-26

 

PENGANTAR
Setiap orang menginginkan hidupnya bahagia.  Jika sudah berkeluarga, pasti seseorang juga ingin membuat pasangan dan anak-anaknya bahagia.  Sehingga dalam perjalanan hidup setiap orang terus belajar menemukan cara bagaimana mencapai kebahagiaan itu.  Bisa jadi melalui pekerjaan, keberhasilan, kekayaan atau hobby.   Pemazmur menuliskan bagaimana cara orang benar menemukan kebahagiaan dibandingkan dengan cara orangfasik.  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

  • Ayat 3-7: Apa yang dilakukan orang benar dalam menemukan kebahagiaan?
  • Ayat 13, 18, 23: Apa yang Tuhan lakukan bagi orang-orang benar yang berusaha menemukan kebahagiaan dengan takut kepada-Nya?
  • Bagaimana cara anda menemukan kebahagiaan?  Apakah anda sudah mengusahakan kebahagiaan keluarga dengan cara yang benar?

Dalam bacaan hari kemarin kita merenungkan bahwa apa yang tampak merupakan kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup orang fasik tidak perlu membuat orang benar marah karena kesudahan bagi orang fasik adalah kesia-siaan dan kehancuran (ay.2,9,10).  Kalimat “jangan marah” tiga kali dipakai (ay.1,7,8) untuk memberi perintah secara positif.  Perintah “jangan marah“merupakan panggilan kepada orang benar untuk bersandar dan berlindung kepada Tuhan!  Di tengah-tengah apa yang tampaknya merupakan kebahagiaan orang fasik dan kebinasaan bagi orang benar, pemazmur mengundang pembacanya untuk bertekun di dalam Tuhan karena kebinasaan orang fasik dan kebahagiaan orang benar sudah dekat (ay.10-11).

Apa yang dilakukan orang benar untuk menemukan kebahagiaan? Pertama, menatap ke depan dan belajar dari akhir hidup orang fasik (ay.2, 10).  Kedua, memusatkan hidup kepada Tuhan.  Yaitu: percaya kepada-Nya (ay.3 “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik); bergembira karena-Nya (ay.4 “bergembiralah karena TUHAN”); menyerahkan hidup kepadaNya (ay.5 “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak”) dan berdiam diri serta menantikan-Nya (ay.7 “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia”).  Orang yang menatap hidupnya kedepan dengan terus percaya kepada-Nya, pasti memiliki harapan ‘Ia akan bertindak dan memberikan apa yang kita inginkan’ (ay.4, 5) dan ‘memunculkan kebenaran serta hak kita’ (ay.6).  Sehingga dapat menikmati kegembiraan dan kesejahteraan yang berlimpah-limpah (ay.11) di dalam berkat-Nya.Tuhan menopang orang benar (ay.17b), hari-hari mereka diketahui dan milik pusaka mereka dijaga oleh Tuhan (ay.18). Mereka pengasih dan pemurah, tetapi mereka akan mewarisi negeri (ay.21,22).  Itulah kebahagiaan orang benar di dalam Tuhan.

REFLEKSI
Kebahagiaan orang benar adalah ketika memiliki hati percaya, menyerahkan hidup sepenuhnya sambil terus menantikan Dia bekerja dan memiliki hubungan yang erat dengan-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk mengusahakan kebahagiaan sejati dalam keluarga seperti firman-Mu hari ini.

TINDAKANKU
Menemukan kebahagiaan dengan cara menjaga hati terus percaya, berserah sambil terus melakukan hal baik serta mengusahakan hubungan yang erat dengan Dia.  Aku mau mengajak keluargaku menemukan kebahagiaan di dalam Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*