suplemenGKI.com

Mikha 3:5-12

 

“Bersikaplah netral, adil dan benar”

Pengantar:
            Sudah bukan rahasia lagi bahwa posisi sebagai petinggi atau pemimpin tidak jarang dimanfaatkan untuk keuntungan bagi dirinya sendiri, dan di saat yang sama ia bisa merugikan pihak yang lain. Praktisnya para pemangku kekuasaan terkadang cenderung korup dan tidak adil demi keuntungan dirinya, sekalipun harus merugikan rakyatnya. Itulah realita yang terjadi di dunia ini. Bacaan kita hari ini memperlihatkan kasus korup para penguasa dalam konteks bangsa Israel pada zaman Nabi Mikha. Mari kita telurusi kisahnya.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak ditekankan oleh penulis kitab Mikha 3:5-8?
  2. Apa yang akan terjadi terhadap pemimpin dan bangsa yang tidak bertobat? (v. 9-12)

Ada dua bagian penting yang dapat kita perhatikan dalam Mikah 3:5-12 ini, Pertama: Firman Tuhan yang berisi kecaman keras terhadap para pemimpin umat yang tidak benar dalam memimpin umat-Nya. Mereka adalah para nabi yang berpihak kepada golongan orang kaya yang bisa memberikan uang atau suap kepada mereka. Perlakuan pelayanan para nabi di zaman Mikha dengan terang-terangan mengistimewakan golongan orang-orang kaya dan mengabaikan golongan orang-orang yang miskin karena tidak bisa memberikan mereka uang atau suap. Akibat dari pelayanan yang membedaka-bedakan itu Tuhan murka dan akan menghukum mereka. Salah satu hukumannya adalah mereka tidak akan mendapat kesempatan lagi untuk memimpin umat (v. 6-7) Ke dua: Firman Tuhan yang mengecam dan akan menghukum para penguasa, para nabi dan imam yang menindas kaum yang lemah dan tidak bersalah. Mereka sebagai penguasa, pemimpin dan tokoh agama seharusnya mengayomi, melindungi umat yang hidupnya benar dan tidak bersalah, tetapi yang terjadi justru mereka menindas dengan ketidakadilan, kekerasan dan kejahatan hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka dengan leluasa membelokan peraturan, hukum demi kepentingan mereka sendiri dan demi uang. Di tengah kondisi demikian, Tuhan memakai nabi Mikha seorang nabi yang takut akan Tuhan untuk menyampaikan teguran dan peringatan bahwa Tuhan akan menghukum penguasa, nabi dan imam yang berdosa tersebut (v. 9-12). Saudara, dalam hidup ini kita bisa saja tergoda untuk berlaku tidak adil bahkan memutar balik kebenaran dan sebagainya hanya karena kepentingan diri sendiri, ingat Tuhan tidak berkenan terhadap sikap-sikap yang demikian, maka segeralah menjauhinya.

Refleksi:
Disadari atau tidak terkadang kita bersikap mengistimewakan pihak yang menguntungkan kita sekalipun mereka salah dan mengabaikan pihak yang tidak menguntungkan kita sekalipun mereka benar, sikap ini sungguh tidak berkenan bagi Tuhan sebaiknya dijauhi.

Tekadku:
Tuhan, ajarkan dan mampukan saya untuk bersikap tegas pada yang salah dan adil pada yang benar, agar tidak ada pihak-pihak yang diuntungkan dan ada pihak-pihak yang terluka.

Tindakanku:
Saya mau belajar bersikap benar, adil dan tegas terhadap mana yang benar dan mana yang tidak benar, karena dengan demikian saya sedang menunjukan kasih dan keadilan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«