suplemenGKI.com

Identitas Kristus sebagai Imam Besar

Ibrani 9:11-14

 

Pengantar

Alkitab mencatat banyak gelar yang dikenakan kepada Yesus. Beberapa di antaranya yang mungkin cukup akrab dengan kita adalah:[a] Kristus atau Mesias, artinya yang diurapi; [b] Juru Selamat; [c] Anak Allah; [d] Anak Domba Allah. Mungkin pengetahuan Alkitab Saudara yang baik akan membantu untuk memperpanjang deretan gelar Yesus. Hari ini kita akan merenungkan satu gelar lagi dari Yesus, yaitu Imam Besar.

Pemahaman

ay. 11    : Apakah yang Saudara ketahui tentang seorang imam di dalam Alkitab?

ay. 12    : Apakah Kristus layak masuk ke tempat kudus? Mengapa demikian?

Dalam kehidupan bermasyarakat bangsa Israel yang Theokratis, di mana agama dan negara menjadi satu, jabatan imam besar merupakan salah satu jabatan yang sangat penting dari tiga jabatan yang ada, yaitu: raja, nabi dan imam. Berbeda dengan raja dan nabi yang dapat disandang meski tidak memiliki garis keturunan seorang raja maupun nabi, seseorang hanyalah dapat menjadi seorang imam kalau ia merupakan keturunan Lewi. Apabila ada orang yang bukan keturunan Lewi melakukan tugas keimaman, hal itu dapat membangkitkan murka Tuhan. Dalam kitab 2 Tawarikh 26:1-23, dicatat kisah Raja Uzia, putra raja Amazia yang dihukum Tuhan sehingga menderita kusta karena ia mempersembahkan korban ukupan yang merupakan tugas seorang imam.

Bagaimana dengan Kristus? Dia jelas bukan dari suku Lewi, melainkan suku Yehuda. Lalu, bagaimana Ia dapat disebut sebagai imam besar? Jadi pernyataan Penulis surat Ibrani bahwa Yesus adalah imam besar, sulit diterima oleh para penerima surat Ibrani yang memiliki latar belakang agama Yahudi. Akan tetapi sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi bila kita mengingat bahwa di dalam Alkitab ada seorang imam besar yang bukan keturunan Lewi, yakni Melkisedek. Kitab Kejadian 14:17-20 mencatat dua tindakan Melkisedek yang membuat ia dinyatakan sebagai imam, yaitu memberi berkat dan menerima sepersepuluhan Abraham. Kedua hal ini sekaligus menegaskan bahwa Melkisedek lebih besar daripada Abraham, nenek moyang suku Lewi. Dan kalau kita mengingat surat Ibrani 7:1-9, maka kita pasti tahu bahwa Melkisedek merupakan gambaran (typology) Kristus. Oleh sebab itu Kristus layak disebut sebagai Imam Besar, sekaligus juga layak untuk masuk ke ruang kudus untuk mempersembahkan korban.

Refleksi

Orang Yahudi gagal menerima Kristus sebagai imam besar karena mereka terbelenggu dengan kerangka berpikir mereka tentang seorang imam besar. Mereka lupa bahwa ada aturan keimaman di luar keimaman Lewi, yaitu keimaman yang merujuk kepada Melkisedek.

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolong saya untuk tidak membatasi Engkau dengan pola pikir yang kami miliki. Amin.

Tindakan

Hari ini saya akan menyanyikan lagu “Tak Terbatas Kuasa-Mu, Tuhan” sebanyak tiga kali untuk mengingatkan diri bahwa Tuhan sanggup bekerja melampaui apa yang dapat saya pikirkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«