suplemenGKI.com

Lukas 1:76-80.

 

Berjalan Dahulu Tetapi Bukan Untuk Menjadi Dikenal

            Pelukis terkenal, James Deitz dalam sepanjang kariernya sebagai pelukis pernah melukiskan sebuah lukisan yang berjudul “Tak dikenal” Lukisan itu menggambarkan empat awak mekanik yang sedang memperbaiki sebuah pesawat pengebom. Mereka berada jauh di bawah geladak kapal induk pengangkut pesawat terbang di tengah Samudera Pasifik pada perang dunia ke II. Ke empat pria berwajah pucat dan serius yang berlumuran minyak itu sedang bekerja keras memperbaiki pesawat agar dapat kembali ke medan perang. Ketika pesawat pengebom itu selesai diperbaiki, kemudian dikemudikanlah oleh pilot terpilih dan berhasil menjatuhkan bom di wilayah vital pihak musuh, yang mengakibatkan musuh menyerah. Seluruh prajurit angkatan udara USA, beserta para petinggi angkatannya menyanjung dan memuji pilot yang mengemudikan pesawat pengebom itu, dan memberikan penghargaan kepadanya. Tidak ada satupun yang ingat kepada empat awak mekanik yang telah memperbaiki pesawat pengebom itu yang telah membuat pesawat itu dapat berfungsi dengan baik. Bagaimana dengan Yohanes Pembaptis dalam nyanyian nubuatan Zakharia ini?

 

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang hendak ditonjolkan dalam nyanyian Zakharia terkait dengan anaknya Yohanes (76-77)
  2. Apa sesungguhnya yang menjadi makna nanyian Zakharia di ay. 78-79?
  3. Siapakah yang sepantasnya menerima kemuliaan, hormat dan kuasa melalui karya kita baik dalam pelayanan, pekerjaan atau pengaruh baik kita?

 

Renungan:

Sepintas kita akan mengira bahwa syair nyanyian Zakharia mulai ay. 76-77 seolah menonjolkan peran putranya kelak yang akan menjadi pembuka jalan bagi Tuhan. Apalagi dengan kalimat “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah yang maha tinggi…..” Seakan-akan ada kebanggaan yang mengandung visi besar mengenai putranya. Terutama jika dikaitkan dengan bahwa saat itu semua orang Yahudi yang saleh sangat menantikan hari kedatangan Mesias, Raja yang diurapi oleh Allah. Memang mereka percaya bahwa sebelum kedatangan Mesias, akan di dahului oleh seorang pelopor yang akan memberitahukan kedatangan-Nya dan yang mempersiapkan jalan bagi-Nya. Namun sesungguhnya yang ingin ditonjolkan dalam syair nyanyian Zakharia itu adalah kesiapan orang percaya menyambut kedatangan Mesias yang diurapi Allah itu.

Menurut William Barclay, syair nyanyian Zakharia itu mengadung makna, Pertama: Seluruh kehidupan kita adalah persiapan yang memimpin kita kepada Kristus. Yohanes Pembaptis yang kelak akan mempersiapkan jalan bagi Tuhan sesungguhnya ia sedang memimpin dirinya menyambut Kristus yang akan menyelamatkannya dari dosa. Kedua: Pengakuan percaya kepada Tuhan  yang menyelamatkan harus didahului oleh Pengetahuan akan Tuhan itu sendiri secara benar. Dan Yohanes Pembaptis adalah yang ditunjuk oleh Allah untuk menyampaikan pengetahuan itu. Ke tiga: Mesias yang diurapi Allah akan datang untuk memberikan pengampunan atas dosa-dosa manusia. Untuk menerima pengampunan maka manusia harus terlebih dahulu sadar bahwa dirinya berdosa dan membutuhkan pengampunan dari Tuhan Yesus.

Berdasarkan makna demikian, maka Yohanes sekalipun ia sebagai pembuka jalan bagi Kristus, namun dia tidak berhak menerima kemuliaan atas perannya (Band. Yoh 3:30) Yang layak menerima hormat, kemuliaan dan kuasa adalah Dia yang sanggup mengampuni dan menyelamatkan (Why 4:11) Ketika kita melayani Tuhan di gereja, dalam bentuk apapun juga, biarlah kita memahaminya sebagai ungkapan syukur karena kita sudah diampuni dan diselamatkan oleh Kristus, dengan demikian segala hormat, kuasa dan kemuliaan hanya bagi Dia saja (Band. Kol 3:23) Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*