suplemenGKI.com

Kamis, 29 Maret 2018

28/03/2018

KASIH YANG SEMPURNA

Yohanes 13:1-17

 

Pengantar
                Salah satu kebutuhan manusia adalah dikasihi oleh sesamanya, sehingga banyak orang yang berjuang untuk dikasihi dan mengasihi sesamanya. Maka adalah wajar kalau orang yang sudah dikasihi akan berusaha untuk membalas kasih orang tersebut. Namun bagaimana jadinya kalau kita tahu bahwa orang yang akan kita kasihi itu malah mau membenci saudara dan bahkan menyerang saudara? Masihkah kita mampu mengasihi orang tersebut?

Pemahaman

Ay 1-3, Apa yang diketahui Yesus tentang hidupNya yang akan datang?

Ay 4-5, Apa yang dilakukan oleh Yesus terhadap murid-murid-Nya?

Ay 6-9, Apa reaksi Simon Petrus terhadap tindakan Yesus?

Ay 10-17, Apa yang Yesus pesankan melalui tindakan-Nya membasuh kaki murid-murid-Nya?

Mendekati hari raya Paskah Yahudi, Yesus telah tahu bahwa waktu telah tiba untuk beralih dari dunia ini menuju kepada Bapa. Yesus tahu waktunya segera tiba bahwa Ia akan kembali kepada Bapa, karena Ia datang dari Bapa. Maka Yesus senantiasa menunjukkan kasih-Nya kepada murid-murid-Nya yang akan ditinggalkan-Nya.

Yesus menunjukkan kasih-Nya yang besar dengan membasuh kaki murid-murid-Nya dan menyekanya dengan kain lenan satu persatu. Sesampainya di kaki Simon Petrus, ia menolak untuk dibasuh oleh Yesus. Simon Petrus merasa tidak layak Gurunya melakukan hal itu untuk murid-murid-Nya. Namun Yesus tetap melakukan pembasuhan kaki murid-murid-Nya sampai selesai dan mulai menjelaskan makna dari semuanya ini.

Yesus menjelaskan bahwa Ia yang adalah Guru dan Tuhan mau melakukan pembasuhan kaki kepada murid-murid-Nya maka murid-murid-Nya wajib saling membasuh kakinya. Kalau Yesus telah memberikan teladan kepada murid-murid-Nya, maka murid-murid-Nya juga mau melakukan seperti apa yang diteladani Gurunya.

Yesus juga sudah tahu bahwa diantara murid-murid-Nya ada yang akan mengkianati Dia, namun Yesus tetap mau membasuh kaki murid-Nya yang akan menyerahkan Dia kepada orang lain. Yesus menunjukkan kasih yang sempurna kepada murid-murid-Nya agar mereka juga dimampukan untuk menunjukkan kasih yang sempurna kepada dunia.

Yesus ingin bahwa kasih yang kita berikan kepada orang lain (dunia) bukan bergantung dengan penerimaan orang lain namun lebih kepada kerelaan kita untuk berkorban bagi orang lain.

Refleksi
Ambil waktu beberapa menit untuk merenungkan: Seberapa besar kasih kita kepada Tuhan dan kepada sesama kita? Seberapa rela kita berkorban untuk mengasihi Tuhan dan sesama?

Tekadku
Ya Tuhan ampunilah kami, kalau kami terlalu egois dengan diri kami. Kasih kami kepada Tuhan dan sesama sangat terbatas sekali, sering kali kami mengukur untung dan rugi saja. Ampuni kami dan jadikan kami orang yang rela berkorban dengan berbagi kasih dengan Tuhan dan sesama.

Tindakanku
Hari ini saya akan berbagi kasih dengan orang yang saya jumpai di kantor, di pekerjaan atau di rumah, dengan memperhatikan kebutuhan mereka dan mencoba untuk melakukannya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«