suplemenGKI.com

Kamis, 29 Maret 2012

28/03/2012
Saat Terpuruk

Saat Terpuruk

Mazmur 118:5-21

 

Dalam Keadaan Terpuruk Sekalipun Pertolongan Tuhan
Tetap Nyata

 

            Tidak jarang jika kita mengalami keadaan yang sangat sulit, sangat payah dan seakan kita tidak mungkin akan bisa bangkit lagi dari keadaan tersebut. Kita seolah-olah sangat terpuruk. Baik dalam hal kesehatan, ekonomi, pekerjaan atau rumah tangga. Dalam keadaan demikian tidak jarang kita mencari-cari pertolongan kepada siapa saja, ke mana saja dan apapun juga. Tetapi kita tidak mendapatkan pertolongan, malahan kita justru jatuh semakin jauh dalam keterpurukan itu. Hal demikianpun pernah dialami pemazmur. Lalu bagaimana sikap yang dilakukan oleh pemazmur ketika ia berada dalam keterpurukan? Mari kita belajar dari langkah-langkah pemazmur dalam Mazmur 118:5-21 ini.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:
1) Apa makna ungkapan-ungkapan pemazmur “Tuhan dipihakku, lebih baik berlindung pada Tuhan?”
2) Bayangkanlah, bagaimana beratnya persoalan pemazmur, dan bagaimana keyakinannya kepada Tuhan?
3) Apa yang dilakukan pemazmur ketika keadaannya sangat terpuruk!

 

Renungan:
            Marie Claire Barth dan B.A. Pareira, menyakini bahwa ungkapan pemazmur dalam ay. 5-12 adalah menunjukan bahwa pemazmur sedang berada dalam kesesakan yang amat dalam. Ruang geraknya sempit karena banyak orang yang membencinya. Ada kemungkinan penyebab persoalan yang dialaminya adalah karena faktor politik, faktor ekonomi dan faktor imannya kepada Tuhan. Alasan yang terkahir lebih bisa diterima, karena ketetapannya yang begitu berani mengajak umat Israel secara luas untuk bersyukur kepada Tuhan (Lih. V. 1-4)

            Ayat. 10-12, menggambarkan betapa beratnya tekanan, persoalan dan tantangan yang dialami pemazmur. Semuanya mengindikasikan bahwa sebuah keadaan yang sangat sulit, terpuruk dan menyedihkan. Tetapi hal yang luar biasa dari pemazmur adalah keyakinannya bahwa Tuhan yang diyakini kebaikan dan kasih-Nya yang bersifat kekal itu tetap menjadi pilihan satu-satunya tempat ia berlindung, mengadu, berharap dan percaya. Pemazmur juga belajar dari pengalaman masa lalunya, ketika ia harus mendapat ganjaran dari Tuhan karena kesalahannya (v. 18) Tetapi toh dia yakin Tuhan yang sama juga pasti akan menolong dia dari himpitan hidup yang luar biasa berat itu. Seakan dia ingin menyaksikan bahwa sekalipun kita pernah berdosa, tetapi jika kita bertobat dan kembali kepada Tuhan, maka kebaikan dan kasih setia Tuhan akan berlaku dalam hidup kita.

            Itu sebabnya pemazmur menyatakan seruannya dengan mantap kepada Tuhan agar dibukakan pintu gerbang kebenaran agar dia masuk dan mengungkapkan syukur kepada Tuhan sekalipun keadaannya mungkin belum pulih. Hal itu menunjukan bahwa pemazmur tetap ingin setia, taat dan mencari Tuhan walaupun ia berada dalam keadaan yang terpuruk. Sebuah keyakinan ada di dalam diri pemazmur bahwa Tuhan pasti akan menjawab permohonan dan seruannya. Pemazmur tidak mengambil sikap memberontak, menjauh dan bahkan meninggalkan Tuhan, sekalipun ada begitu banyak persoalan yang dialaminya.

            Bagaimana dengan kita, mungkin hari ini kita berada dalam keadaan yang terpuruk, kesulitan yang sangat besar. Pekerjaan kita tidak lancar, kesehatan kita terganggu, keluarga kita terjadi goncangan atau iman kita mengalami ujian berat. Apakah kita akan tergoda untuk berpaling dari Tuhan? Apakah kita tergoda untuk meragukan kebaikan dan kasih Tuhan? Atau apakah kita tergoda menyalahkan Tuhan? Bisakah kita belajar dari pengalaman masa lalu, bagaimana Tuhan telah melepaskan kita dari kemelut hidup, sehingga kita masih eksis sampai hari ini! Marilah kita belajar dari pemazmur yang meyakini bahwa pertolongan Tuhan akan selalu nyata dalam hidupnya walaupun seakan-akan hidup saat ini terpuruk. Kuncinya adalah jangan tinggalkan Tuhan, melainkan terus berseru agar Dia membukakan pintu gerbang pertolongan-Nya pada waktunya. Tuhan memberkati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«