suplemenGKI.com

Kamis, 29 Juli 2021

28/07/2021

Mazmur 78:23-29

 

“Otoritas Allah Memelihara Umat-Nya”

Pengantar:
            Kita sering menyaksikan atau mendengar ada orang-orang yang berpengaruh atau berkuasa di wilayahnya sehingga ketika ia berkata atau menginstruksikan sesuatu semua orang yang ada di sekitarnya mendengar dan mematuhinya. Alangkah indahnya jika orang-orang yang demikian itu memanfaatkan pengaruhnya untuk hal-hal yang baik, untuk menolong orang atau menenteramkan suasana manakala terjadi kekacauan. Tetapi yang menyedihkan jika orang-orang yang berpengaruh itu justru memanfaatkan pengaruh atau kuasanya hanya untuk menguntungkan diri sendiri sementara orang lain menderita akibatnya. Bacaan hari ini kita melihat Tuhan menunjukan otoritas-Nya untuk memelihara umat-Nya.

Pemahaman:

  1. Bagaimana pemazmur menggambarkan otoritas Allah memelihara umat-Nya? (v. 23-26)
  2. Makna ungkapan pemazmur tentang pemeliharaan Allah seperti tercatat di ayat 27-29?

Mazmur 78:23-29 ini merupakan cuplikan refleksi sejarah tentang pemeliharaan Tuhan atas bangsa Israel di dalam perjalanan mengarungi padang gurun menuju tanah perjanjian Kanaan. Dalam konteks bacaan kita, dicatat bahwa sikap bangsa Israel yang meragukan kuasa Tuhan yang sanggup bertindak dalam situasi sulit (Lih. Maz 78:22). Tetapi ternyata keraguan itu dijawab oleh Tuhan dengan cara yang sangat ajaib dengan menyediakan roti Manna dan burung puyuh yang berlimpah-limpah (renungan kemarin). Dalam bacaan hari ini pemazmur merefleksikan jawaban Tuhan atas keraguan umat itu dengan menggambarkan bahwa Allah sanggup memerintahkan awan-awan membuka pintu-pintu langit untuk menurunkan hujan Manna, memberikan mereka gandum dari langit, menghembuskan angin Timur di langit, menggiring angin Selatan dengan kekuatan-Nya. Suatu penggambaran bahwa Allah berotoritas atas alam semesta untuk memelihara umat-Nya. Otoritas pemeliharaan Tuhan juga digambarkan dengan berlimpah-limpah. Ungkapan menurunkan hujan daging seperti debu banyaknya, hujan burung-burung bersayap seperti pasir laut, mereka makan dan menjadi kenyang dan memberi mereka apa yang mereka inginkan adalah suatu gambaran bahwa otoritas pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya itu berlimpah-limpah. Maka seharusnya tidak ada lagi alasan bagi umat-Nya untuk meragukan pemeliharaan Allah dalam hidup mereka.

Refjeksi:
Saudara, mari renungkan. Apakah kita sadar betapa ajaibnya kuasa Tuhan dalam memelihara hidup kita. Coba bayangkan di sekitar kita masih tersedia kebutuhan-kebutuhan yang bisa kita dapatkan atau beli untuk mencukupi kebutuhan hidup kita. Bukankah itu semua karena otoritas pemeliharaan Tuhan bagi hidup kita. Kita masih bisa minum, makan, berbelanja, menikmati apa yang tersedia di sekitar kita, itu semua adalah otoritas pemeliharaan Tuhan.

Tekadku:
Tuhan Yesus, ajarlah saya untuk selalu bersyukur atas pemelihraan-Mu dalam hidup saya walaupun tidak berlimpah-limpah tetapi masih cukup setiap hari.

Tindakkanku:
Saya mau selalu belajar bersyukur atas otoritas pemeliharaan Tuhan dalam hidup saya walau di masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«