suplemenGKI.com

Kejadian 12:1-9

 

Berjalan Bersama Dengan Allah

 

Pengantar
Bagaimana reaksi kita kalau teman/sahabat mengajak kita pergi kesuatu tempat yang kita tidak tahu sama sekali? Tidak tahu daerahnya, tidak tahu menginap di mana, tidak tahu sepi atau ramai tempatnya, bahkan tidak tahu mau naik apa menuju ke tempat tersebut?  Mungkin sebagian besar dari kita akan menolak ajakan teman/sahabat kita tersebut. Ya sangat wajar, kalau kita menolak karena kita perlu tahu mau ke mana dan apa tujuan kita menuju ke sana?

Bagaimana dengan Abram ketika Tuhan memanggilnya?

 

Pemahaman
Ay 1, Apa yang Tuhan sampaikan kepada Abram?
Ay 2-3, Apa yang Tuhan janjikan kepada Abram?
Ay 4-6, Dengan siapa saja Abram pergi menuju tanah perjanjian?
Ay 7-9, Apa yang Tuhan sampaikan kepada Abram di More?

Tuhan berfiman kepada Abram, untuk pergi dari negerinya menuju ke negeri lain yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Dengan demikian Abram pergi meninggalkan sanak-saudaranya menuju tempat yang ia sendiri belum tahu.

Tuhan menjanjikan bahwa bangsanya nanti akan menjadi bangsa yang besar, dan nama Abram juga akan menjadi masyhur dan Abram akan menjadi berkat bagi banyak orang. Bahkan Tuhan berjanji akan memberikan perlindungan yang khusus bagi Abram, kalau ada orang memberkatinya maka ia akan diberkati juga, demikian kalau ada orang yang mengutuk Abram, maka orang itu juga akan menjadi terkutuk di hadapan Allah.

Lalu berangkatlah Abram bersama dengan Sara (istrinya), Lot (anak saudaranya) dan orang-orang serta harta benda yang diperolehnya di Haran, menuju negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya (tanah Kanaan).

Sampailah  Abram di dekat Sikhem, di pohon tarbantin di More. Waktu itulah Tuhan berfirman kepadanya, bahwa Tuhan akan memberikan negeri ini kepada keturunan Abram, maka Abram mendirikan mezbah bagi Tuhan di situ karena Tuhan telah menampakkan diriNya kepadanya.

Abram menjalani hidup ini bersama-sama dengan Tuhan. Untuk segala sesuatu yang Abram tidak tahu, ia menyerahkannya kepada Tuhan yang senantiasa menyertainya.  Abram yakin bahwa berjalan bersama dengan Tuhan tidak akan pernah salah.

 

Refleksi
Ambillah waktu beberapa menit untuk merenungkan hal ini: Apakah saya sudah berjalan dengan Tuhan? Apakah perjalanan saya di dunia ini mengimani bahwa Tuhan yang pegang hidup saya? Seberapa besar saya telah mengandalkan diri saya atau orang lain dalam hidup ini?

 

Tekadku
Ya, Tuhan, ampuni kami kalau dalam perjalanan hidup ini, seringkali kami mengandalkan diri kami. Biarlah kami belajar berjalan dalam iman bersamaMu di dunia ini.

 

Tindakanku
Hari ini saya meyakini bahwa saya berjalan bersama dengan Tuhan. Saya akan mengandalkan Tuhan untuk semua yang akan saya hadapi hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*