suplemenGKI.com
Hukuman Kekal

Hukuman Kekal

Matius 25: 31-46

Penghakiman Terakhir 

                Bagian ini menceritakan tentang akhir jaman di mana Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan diiringi oleh malaikat-malaikatNya. Lalu semua bangsa menghadap kepadaNya dan Anak Manusia mulai memisahkan mereka menjadi dua bagian, yang baik dan yang jahat.

  1. Dengan apakah digambarkan orang yang baik dan yang jahat?
  2. Apa yang dilakukan oleh raja itu terhadap orang yang disebelah kanan dan kiriNya?
  3. Alasan apakah yang diutarakan Raja terhadap orang-orang yang baik?
  4. Alasan apakah yang diutarakan Raja terhadap orang-orang yang jahat?
  5. Apa yang menjadi pelajaran bagi kita untuk bacaan di atas? 

Renungan:

                Matius menggambarkan ada 2 macam manusia di dalam dunia ini, yang pertama sebagai orang yang baik, dan yang kedua sebagai orang yang jahat. Orang –orang yang baik dilambangkan sebagai domba-domba, sedangkan orang-orang yang jahat sebagi kambing-kambing.

                Raja itu berkata kepada yang disebelah kananNya (domba-domba) :”Mari, hai kamu yang diberkati oleh bapaKu, terimalah kerajaan yang disediakan bagimu.” Raja ini mempersilakan domba-dombanya masuk dan menikmati hidup dalam kerajaanNya. Raja itu juga menjelaskan mengapa Ia mempersilakan domba-dombaNya masuk dalam kerajaanNya. Domba-domba mengambarkan orang-orang yang hidup benar dihadapan Tuhan, orang yang mengenal Tuhan sebagai sang Penciptanya. Orang-orang yang demikianlah yang senang melakukan perbuatan baik tanpa pamrih. Melakukan perbuatan baik kepada siapapun juga tanpa memandang bulu atau tanpa berharap mendapat upah. Perbuatan baik yang dikerjakannya bukan hanya sekali saja namun sudah menjadi kebiasaan dalam hidupnya, sehingga sangat sulit sekali kalau ia harus mengingat-ingat kepada siapa saja ia telah melakukan perbuatan baiknya.

                Raja itu juga berkata kepada yang di sebelah kiriNya (kambing-kambing): “Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yg kekal”. Raja ini mengusir kambing-kambing tersebut dan mencampakkannya ke dalam api yang kekal. Raja ini juga menjelaskan mengapa Ia mengusir kambing-kambing dari hadapanNya. Kambing-kambing menggambarkan orang-orang yang jahat, orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan hidup hanya untuk dirinya sendiri. Sehingga mereka-mereka ini tidak pernah/jarang sekali melakukan perbuatan-perbuatan baik bagi sesamanya. Bagi mereka perbuatan baik hanya dilakukan kalau merasa untung atau diuntungkan dengan perbuatan tersebut, setiap perbuatan baik selalu dilihat apakah ada imbalannya atau tidak, dan kepada siapa perbuatan baik itu dilakukan harus sangat diperhatikan. Artinya bahwa perbuatan baik itu tidak sembarang saja dilakukan namun melihat sasarannya siapa dulu, apakah pantas atau tidak pantas menerimanya.

                Bagian ini ingin mengajarkan kepada kita untuk hidup sebagai orang-orang yang benar dihadapan Tuhan, bukan hanya hidup untuk Tuhan namun hidupnya juga berdampak bagi orang lain yang ada disekitarnya.

                Bagian ini juga mengingatkan bahwa Sang Penguasa (Anak Manusia) nanti akan menghakimi semua orang, baik yang termasuk domba ataupun juga yang termasuk kambing. Hal ini mengingatkan kita bahwa sebagai orang percaya seharusnya kita semakin hidup di dalamNya dan semakin setia kepadaNya. Ingat yang menjadi Hakim akhir jaman adalah Anak Manusia. Sudahkah kita hidup menyembah Dia dan memuliakan Dia melalui hidup kita?. Amin

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*