suplemenGKI.com

Kamis, 29 April 2010

28/04/2010

Mazmur 148:13-14

Semua Harus Memuji Dia II

Menurut pemazmur dalam bagian ini, ada dua motif yang seharusnya menjadi penggerak setiap orang percaya untuk memuji kebesaran dan keagungan Tuhan. Pertama: Keagungan-Nya yang mengatasi bumi dan langit, dalam arti Bumi dan Langit adalah mewakili seantero isinya dan tidak terlewatkan satupun, semua diatasi atau di bawah kuasa Allah. Karena semuanya itu memiliki derajat di bawah Allah, maka secara hukum harus takluk di bawah kuasa dan pimpinan Allah. Konsekuensinya semua harus memuji kebesaran Allah sebagai wujud penghormatan dan pengakuan kepada Allah. Kedua: Apa yang telah Allah lakukan bagi kehidupan umat-Nya, yaitu meninggikan tanduk umat-Nya. Artinya: sebuah bahasa simbolis yang menggambarkan perbuatan Allah yang mengembalikan harga diri umat Allah di antara bangsa-bangsa. Kita tahu bahwa umat Allah ketika mereka meninggalkan Tuhan, mereka ditindas oleh bangsa-bangsa lain yang tidak percaya kepada Allah. Penindasan itu adalah sebuah tindakan dan sikap yang merendahkan harga diri umat Allah. Untuk mengembalikan harga diri umat, Allah telah menunjukan kuasa dan keagungan-Nya dengan membebaskan umatNya dari berbudakan.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Bila saudara teliti dengan cermat, apa yang menjadi tujuan ungkapan pemazmur dalam ayat. 13 itu?
  2. Dalam ayat. 14 ada pernyataan “Israel menjadi umat yang dikasihi, umat yang dekat kepada-Nya” Apa maksudnya?

Renungan:

Mazmur 148 ini ditulis setelah masa pembuangan. Melalui mazmur ini pemazmur ingin mengajak umat yang telah mengalami kebaikan dan kasih Tuhan, di mana Tuhan telah mengembalikan harga diri mereka di hadapan bangsa yang telah menindas mereka, dengan cara menunjukan bahwa umat-Nya bukanlah bangsa/umat yang rendahan atau tidak berharga. Tetapi umat-Nya adalah umat yang patut diperhitungkan, karena memiliki Allah yang kuasa dan keagungan-Nya tinggi luhur mengatasi langit dan bumi. Sehingga walaupun mungkin bangsa-bangsa lain tetap belum bisa mengakuinya, tetapi bagi umat Allah sendiri mereka harus memiliki keyakinan bahwa, Pertama: Allahnya adalah Allah yang berkuasa dan tidak ada tandinganya. Dan dengan demikian umat-Nya jangan lagi merasa dirinya rendah karena pernah mengalami penindasan oleh bangsa lain (kafir – Babel) Kedua: Allah yang tinggi luhur itu bukanlah Allah yang jauh dengan mereka tetapi Allah yang mengasihi dan sangat dekat dengan mereka. Maklum mereka cukup lama berada dalam pembuangan, sehingga kenangan pahit di pembuangan itu tentu sulit untuk dilupakan dalam hidup mereka. Tetapi dengan memahami bahwa Allah itu dekat dengan mereka maka setidaknya mereka sadar bahwa Allah mengasihi mereka dan mereka berharga di mata Tuhan.

Kita mungkin pernah mengalami sesuatu yang seolah membuat harga diri kita menjadi rendah. Entah karena ulah kita sendiri yang melakukan dosa atau karena kita memiliki status atau keadaan yang kurang beruntung (kita orang yang pernah gagal, pernah tidak dihargai atau pernah mengalami semacam pelecehan dan lain sebagainya) tentu itu sulit untuk kita lupakan, tetapi jangan takut karena Allah telah memulihkan kita dan kini kita berharga di mata Tuhan, dan Dia tidak akan meninggalkan kita, Dia tetapi membela kita dan dekat dengan kita, Dia hanya sejauh keyakinan kita kepada-Nya.

Jangan pernah merasa diri tidak berharga karena pengalaman buruk masa lalu, ingat bahwa Tuhan Yesus telah memulihkan harga diri kita, untuk itu teruslah memuji Tuhan dalam hidupmu!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«