suplemenGKI.com

Bacaan : Ibrani 13 : 4 – 8

Tema : Menghormati Pernikahan

 

PENGANTAR
Dewasa ini, ada banyak pasangan suami istri Kristen yang sedang menghadapi persoalan serius bahkan berada diambang perceraian. Persoalan yang mereka hadapi bermacam-macam antara lain, masalah ketidaksetiaan, dimana salah satu pasangan punya WIL dan PIL. Ada juga karena persoalan ketidakcocokan prinsip, komunikasi, keharmonisan, hubungan yang renggang, ekonomi dan lain sebagainya. Sudah barang tentu setiap pasangan suami istri ingin menyelesaikan setiap persoalan dengan cepat dan baik, namun terkadang justru mereka tidak mampu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Lalu bagaimana caranya agar pasangan suami istri dapat mengatasi persoalan mereka sehingga kehidupan rumah tangga mereka mengalami kebahagiaan. Renungan hari ini akan membimbing kita menapaki kehidupan rumah tangga yang bahagia. 

PEMAHAMAN

  1. Apa yang menjadi dasar dalam pernikahan Kristen ? Apa nasehat penulis kitab Ibrani terhadap pasangan suami istri ? ( ayat 4 ).  Mengapa penulis kitab Ibrani menasehati demikian ?
  2. Bagaimana bentuk-bentuk menghormati kehidupan pernikahan agar mencapai kebahagiaan ? ( ayat 4 )

Pada dasarnya pernikahan merupakan hubungan eksklusif antara satu laki-laki dan satu perempuan, dimana keduanya menjadi satu daging. Disatukan secara fisik, emosional, intelektual dan spiritual. Sehingga melalui sumpah sakral dan ikatan perjanjian pernikahan dihadapan Tuhan dan jemaat-Nya pernikahan berlangsung seumur hidup, didalam rencana dan kehendak-Nya, agar pasangan suami istri mengalami kebahagiaan.

Walaupun pernikahan Kristen begitu eksklusif dan sakral, namun tidak menutuup kemungkinan bahwa pasangan suami istri tidak dapat mencapai kebahagiaan. Ketidakbahagiaan tersebut bisa disebabkan oleh masing-masing pasangan karena sama-sama egois, atau adanya berbagai macam persoalan. Melihat kenyataan seperti itu penulis kitab Ibrani menasehati penerima surat demikian, “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan”, terjemahan lain mengatakan, “Hendaklah kamu semua menaruh hormat terhadap pernikahan”.  Kata penuh hormat atau menaruh hormat menunjuk kepada sesuatu yang dianggap penting dan berharga. Apa itu yang dianggap penting dan berharga ? itu adalah Pernikahan itu sendiri atau kita diajak untuk membangkitkan rasa hormat anda kepada teman hidup anda. Mengapa demikian ? karena itu adalah perintah Allah yang harus dilakukan. Bagaimana cara melakukan perintah Allah ? Pertama : Hindari perkataan dan tingkah laku yang tidak menghormati perkawinan. Seperti, berkata kasar, menyakiti dan kejam atau melakukan KDRT. Karena hal itu akan menimbulkan luka batin. Kedua : Jangan mencemarkan tempat tidur. Dewasa ini banyak pasangan suami istri bercerai karena salah satu dari pasangannya melakukan perzinahan dengan WIL atau PIL. pasangan yang melakukan hubungan seksual dengan orang yang bukan suami atau istrinya ia tidak menghargai hukum moral Allah. Dan oleh penulis kitab Ibrani mereka di samakan dengan orang sundal dan pezinah. Dan Allah sendiri yang akan menghakimi mereka. Menghormati perkawinan/pernikahan berarti membangun kehidupan rumah tangga yang dihiasi dengan kata-kata yang ramah, tindakan penuh perhatian dan ungkapan penghargaan kepada pasangan hidup anda. Bagaimana dengan anda ? 

REFLEKSI
Ambillah waktu hening sejenak untuk merenungkan : Apakah anda sudah menaruh hormat terhadap pernikahan anda ? Apakah dalam kehidupan rumah tangga anda dihiasi dengan kata-kata yang ramah, perhatian kepada pasangan dan memberi penghargaan ? 

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya agar dapat menaruh rasa hormat kepada pasangan saya. 

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan berkata ramah dan perhatian kepada pasangan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«