suplemenGKI.com

1 Korintus 10:1-5

 

Pelajaran dari Manisnya Hidup

 

Pengantar
Hidup yang dipenuhi berkat Tuhan pastilah terasa manis. Bahkan sebagian orang Kristen percaya bahwa bukti kan kasih Tuhan kepada umat-Nya adalah berkat yang diterima orang tersebut. Sejak keluar dari Mesir, bangsa Israel telah menikmati berbagai berkat Tuhan. melalui pengalaman bangsa Israel tersebut, hari ini kita akan merenungkan tentang arti berkat yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya.
Pemahaman
ay. 1-4; berkat apa saja yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada nenek moyang bangsa Israel?

ay. 5; menurut Saudara, dapatkah kita mengatakan bahwa berkat yang diberikan Tuhan kepada seseorang adalah bukti bahwa Tuhan berkenan atas hidup orang tersebut? Mengapa demikian?

Rasul Paulus memberikan gambaran tentang berbagai berkat yang diterima bangsa Israel dalam wujud pemeliharaan Allah. Berkat yang pertama kali disebut oleh rasul Paulus adalah pemeliharaan Allah melalui perlindungan awan, yang merujuk pada apa yang dikatakan dalam kitab Keluaran 13:21, “TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.” Tuhan telah membentangkan awan untuk menaungi bangsa Israel dari terik sinar matahari, dan tiang api untuk menjadi penerang dan sekaligus penghangat pada malam hari. Pengalaman ini tidak hanya terjadi dalam satu dua hari, pun satu dua minggu, melainkan selama mereka mengembara di padang gurun. Itu berarti bahwa sepanjang perjalanan mereka, bangsa Israel hidup dalam pemeliharaan Tuhan.

Tidak hanya berhenti di sini saja, pemeliharaan Tuhan juga terwujud melalui penyediaan makanan dan minuman, yang merupakan kebutuhan pokok manusia. Pernyataan rasul Paulus ini mengingatkan kita akan bagaimana Allah telah memelihara bangsa Israel dengan mengirim manna setiap hari dan juga menyediakan air yang mereka butuhkan. Sedangkan penyebutan “karang” di sini bukan hanya mengacu pada bagaimana Musa memukul batu karang yang kemudian mengeluarkan air, melainkan kepada seluruh peristiwa di mana Allah menyediakan air yang dibutuhkan bangsa Israel. Sebut saja misalnya bagaimana Allah membuat air Mara menjadi manis (Kel. 15:25), dan kemudian memimpin mereka ke Elim, di mana ada dua belas mata air (Kel. 15:27).

Sekalipun bangsa Israel telah menikmati berbagai macam berkat Tuhan yang sedemikian luar biasa, namun Tuhan tidak berkenan atas hidup mereka (ay 5). Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya berkat yang diterima seseorang tidak dapat dijadikan ukuran apakah orang itu berkenan kepada Tuhan atau tidak. Bukankah Allah menerbitkan matahari dan mencurahkan hujan bagi orang benar dan orang jahat? Berkat yang Tuhan anugerahkan itu merupakan wujud kasih Allah yang memanggil orang agar mengenal Dia serta hidup berkenan bagi-NYA.

 

Refleksi
Ada berapa banyak berkat yang sudah kita terima dari Tuhan? Sudahkah kita melihatnya sebagai kasih Tuhan yang memanggil kita untuk semakin mengenal-Nya, serta hidup berkenan kepada-Nya?

 

Tekad
Kiranya melalui perenungan ini kita dapat mengambil tekad untuk merespon berkat Tuhan dengan hidup yang semakin berkenan kepada-Nya.

 

Tindakan
Mari kita wujudkan tekad kita dengan memberi persembahan, sebagai wujud pengakuan dan pengenalan kita bahwa berkat yang kita terima itu berasal dari Tuhan.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«