suplemenGKI.com

MENYIMPAN TAURAT

Mazmur 119:9-16

 

Pengantar

Kemarin kita sudah merenungkan stanza pertama dari Mazmur 119, yang mengajarkan bahwa orang yang hidup menurut Taurat Tuhan akan memiliki kehidupan yang berbahagia atau diberkati. Hari ini kita akan merenungkan pengajaran yang terkandung di dalam stanza kedua dari Mazmur 119. 

Pemahaman

-    Mengapa kelakuan bersih di sini dihubungkan dengan seorang muda? Mengapa Pemazmur tidak menghubungkannya dengan seorang tua?
-    Seberapa banyak firman yang tersimpan di dalam hati Saudara?

Di dalam stanza kedua dari mazmur 119 ini, Pemazmur mengungkapkan kerinduannya untuk menyimpan firman Tuhan di dalam hatinya. Di sini Pemazmur memperlihatkan bagaimana hubungan menyimpan firman Tuhan dengan perilaku kehidupan sehari-hari. Firman Tuhan yang disimpan di dalam hati akan menjadi patokan dimana seorang muda mempertahankan kelakuannya tetap bersih. Pemazmur menghadirkan sosok seorang muda terkait dengan kelaukan yang bersih di sini karena dua hal.

Pertama, seorang muda merupakan gambaran dari seorang yang belum memiliki banyak pengalaman di dalam kehidupan. Minimnya pengalaman itu membuat seorang muda rentan untuk jatuh ke dalam berbagai macam dosa. Penggambaran seorang muda sebagai sosok yang tidak memiliki banyak pengalaman sehingga rawan jatuh ke dalam dosa semacam ini dapat kita lihat juga di dalam kitab Amsal. Namun demikian apabila kita merasa sudah tidak lagi muda, terutama ketika kita merasa sudah cukup umur dan memiliki banyak pengalaman, tidak berarti bahwa kita tidak perlu lagi menyimpan firman Tuhan dalam hati. Kita tetap membutuhkan firman Tuhan karena kita tidak boleh mengandalkan kekuatan, termasuk pengalaman kita sendiri.

Kedua, seorang muda seringkali diidentikkan sebagai sosok yang penuh gejolak hawa nafsu. Kepada Timotius, anak rohaninya, rasul Paulus berpesan, “jauhilah nafsu orang muda” (2Tim. 2:22). Bagaimana seorang muda dapat menjauhi nafsunya? Pertanyaan inilah yang juga disuarakan oleh Pemazmur, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih”? Dan dengan tegas Pemazmur menjawab, dengan menjaga kelakuannya sesuai dengan firman Tuhan. Karena itu penting bagi kita untuk menyimpan firman Tuhan dalam hati supaya kita tidak berdosa terhadap Allah (ay. 11).

Refleksi

Apakah kita menyimpan firman Tuhan cukup banyak di dalam kehidupan ini? Semakin banyak ayat firman Tuhan yang kita simpan di dalam hati kita, maka semakin banyak juga rambu-rambu jalan kehidupan yang akan memandu kehidupan kita sehingga semakin aman pula kita dari berbagai macam dosa.

Tekad

Doa: Bapa surgawi, tolong kami untuk terus memiliki tekad menyimpan kebenaran firman-Mu di dalam hati kami, sehingga kami tidak mudah tersesat. Amin.

Tindakan

Hari ini saya akan menghafalkan Mazmur 119:11, “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«