suplemenGKI.com

Roma 13: 8-10

HIDUP YANG TIDAK PERNAH LUNAS

Pengantar
Pada ayat-ayat sebelumnya penulis surat Roma sudah memperingatkan pembacanya bahwa hidup orang Kristen bukanlah hidup yang mudah. Kepatuhan kepada pemerintah bagi umat Kristen pada masa itu rupanya juga meliputi ketaatan dalam membayar pajak & cukai.  Ada 3 macam pajak yang umum berlaku saat itu yaitu pajak tanah, pajak pendapatan, dan pajak golongan. Sementara untuk cukai ada bermacam-macam. Ada cukai masuk pasar/pelabuhan, ada pula cukai untuk pemakaian jalan raya (mirip orang bayar di jalan tol pada saat ini), dsb. Jadi jika ada yang tidak patuh membayar, maka orang Kristen saat itu dapat dikatakan masih berhutang.

Pemahaman
Ayat 8-10:      
a)      Apakah bagi umat Kristen masa kini sudah cukup menjadi pembayar pajak yang baik?
b)      Mengapa di ayat yang sama membayar hutang dikaitkan dengan mengasihi sesama?
c)      Mengapa mengasihi sesama juga bisa memenuhi hukum Taurat?

Jika hutang orang Kristen di masa kini hanya pajak & cukai semata, maka yang bisa menjadi orang Kristen adalah orang-orang yang memiliki penghasilan tertentu yang menurut aturan harus dikenakan pajak. Namun ada satu hutang yang sampai matipun orang Kristen tidak bisa membayarnya. Yesus Kristus yang sudah disalib dan mati untuk kita menjadikan kita – semua orang yang percaya kepada-Nya, otomatis memiliki semacam ‘hutang’ di dalam hidupnya. Orang Kristen senantiasa berhutang untuk menunjukkan kasih kepada sesamanya.

Setelah kita ditebus oleh Kristus maka pertama-tama kita beroleh kemampuan untuk menerima dan mengasihi diri sendiri, berikutnya kesanggupan kita untuk menerima & mengasihi orang lain. Dengan menjadi manusia baru semacam itu maka kita tidak perlu lagi memusingkan hukum Taurat yang begitu detil & rumit mengatur hubungan kita dengan sesama. Karena seperti yang tertera di ayat 9, semuanya itu digenapi saat kita mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Jadi jelas dengan mengasihi sesama kita sudah memenuhi hukum Taurat.

Lukas 7: 36-50 mungkin bisa membantu kita untuk mengaitkan hutang dengan tindakan mengasihi. Ada 2 orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang, yang seorang berhutang 500 dinar sedangkan yang lain 50 dinar. Karena mereka berdua tidak sanggup membayar maka hutang kedua orang itu dihapus. Pertanyaan penting yang terlontar dari Tuhan Yesus adalah:  “Siapakah diantara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”  Maka jawab Simon—orang yang mengajak Yesus untuk bertandang ke rumahnya-, ”Aku kira, yang paling banyak dihapuskan hutangnya.“(ayat 41—43).

Jadi kuncinya adalah kembali kepada kita sendiri. Apakah kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat kita? Jika sudah, apakah kita memang mengerti bahwa apa yang Dia perbuat di kayu salib itu sungguh dahsyat dan sangat berharga, dan itu membuat kita tidak pernah bisa melakukan sesuatu yang setimpal untuk membayar hal itu? Atau sebaliknya, kita telah menjadi tawar hati dan mengganggap kisah kasih penebusan itu sudah usang, sehingga kita berpikir bukan hutang yang harus dibayar? Jawaban dari pertanyaan ini semoga membangkitkan semangat untuk kembali lebih mengasihi sesama kita.

Refleksi
Ambillah waktu sejenak dan biarkanlah momen ini memberi kesempatan yang hening untuk menghadap hadirat-Nya yang kudus.  Hanya ada Anda dan Allah. Dan mari kembali pada saat Anda menerima Kristus sebagai Tuhan & Juru selamat Anda! Seberapa besar anugerah-Nya terasa  bagi  Anda saat itu?

Tekadku
Tuhan aku tahu Engkau sudah disesah, dihina, disalibkan, mati dan dikuburkan bagiku. Aku mau terus menghargai hal itu sebagai anugerah yang tidak ternilai bagiku. Aku mau kembali belajar lebih mengasihi-Mu dengan cara lebih mengasihi sesamaku.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan mengasihi sesama

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«