suplemenGKI.com

Kamis, 28 Mei 2015

27/05/2015

Roma 8:1-11

KARYA ROH ALLAH

 

PENGANTAR
Merdeka berarti bebas dari penjajahan atau tekanan dari pihak lain yang menimbulkan penderitaan.  Merdeka juga berarti lepas dari tuntutan pihak lain.  Yang pasti setiap orang akan menyambut atau menikmati kemerdekaan dengan  gembira dan semangat.  Sebagai orang percaya, bagaimana Roh Allah itu memerdekakan kita didalam Kristus? 

 

PEMAHAMAN

Ayat 1-2: Bagaimana karya nyata Roh Allah dalam hidup orang percaya?

Ayat 3-11: Bagaimana keadaan hidup orang percaya sebelum dan sesudah mengalami karya Roh Allah?

Bagaimana Roh Allah bekerja dalam hidup?  Bagaimana respon kita akan karya Roh Allah?

Paulus menuliskan hidup orang percaya sebelum dan sesudah mengalami karya Roh Allah.  Ay.1-2 “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.  Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut”.  Dalam bagian ini Paulus menyimpulkan hal-hal yang telah diuraikannya dalam pasal 3-7 bahwa di dalam Krisus tidak ada lagi penghukuman.  Orang yang sungguh menaruh iman dalam Kristus telah dibenarkan, bukan lagi sebagai orang hukuman.  Orang yang beriman kepada-Nya bebas dari hukuman sebab dosa telah ditebus di dalam kematian Yesus di atas kayu salib (ay.3).

Paulus melihat dan menjelaskan bahwa Allah Tritunggal terlibat penuh dalam karya kasih-Nya memerdekakan dan menyelamatkan manusia.  Pertama, Allah Bapa yang mengutus Anak-Nya sendiri (ay.3).  Kedua, Anak Allah yaitu Yesus Kristus menjelma menjadi manusia dan Diatelah menggenapi taurat, menanggung hukuman dosa.  Dengan jalan itulah Dia memberi kita pembenaran dan pengudusan (ay.4). Ketiga, Roh Kudus menolong agar apa yang telah Yesus kerjakan untuk kita itu dapat menjadi milik dan pengalaman nyata setiap hari sebagai orang percaya (ay.5-8).

Dalam bagian ini Paulus memberi keyakinan bahwa setiap orang percaya pasti menerima anugerah karya Roh Allah.  Roh Allah itu akan  memimpin dan diam di dalam diri orang percaya  jika mau menyerahkan diri kepada Kristus dan mempersilakan Kristus menyelamatkan hidupnya (ay.9).   Apabila tidak menyerahkan hidup kita maka Roh Allah itu tidak tinggal di dalam hidup kita.  Dan itu berarti kita belum hidup di dalam Kristus (ay.9b).  Jadi, hidup dalam Roh berarti: Pertama, hidup kita menjadi baru bukan lagi di dalam belenggu dan hukuman dosa, tetapi telah dimerdekakan.  Kedua, pola pikir kita harus mau dikendalikan Roh Allah.  Ketiga, ada upaya sikap baru yaitu tunduk dan cinta kepada Allah.

REFLEKSI
Sebagai orang percaya karya Roh Allah yang memerdekakan kita dari dosa itu telah nyata.  Namun apakah pola pikir kita mau dipimpin oleh Roh Allah?  Apakah kita ada upaya untuk tunduk dan cinta kepada-Nya?

TEKADKU
Tuhan tolong agar pola pikir dan tindakanku mau dipimpin oleh Roh Allah.  Tolong aku agar belajar tunduk dan cinta kepadaMu.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau dipimpin Roh Allah dalam mengerjakan rencanaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»