suplemenGKI.com

Kamis, 28 Maret 2019

27/03/2019

Mazmur 32:6-11

HIDUP YANG BERKENAN KEPADA ALLAH

Pengantar
Daud menyadari bahwa disepanjang kehidupannya tidak sedikit perbuatan cela telah dilakukannya. Kesalahan besar yang telah dilakukan Daud adalah saat ia mengambil Betsyeba dan mengirim Uria agar terbunuh di medan perang. Atas perbuatan Daud ini Allah menyampaikan teguran keras kepada Daud. Dalam nyanyiannya, Daud memperlihatkan betapa ia menyesali segala hal yang telah dilakukannya. Namun Daud tidak ingin ia terus hidup dalam tekanan dan rasa bersalah yang bisa membawanya dalam kehancuran.

Pemahaman

Ayat 6-7               Hal penting apa yang disampaikan Daud dalam nyanyiannya?

Ayat 8-9               Bagaimanakah sikap Allah seperti yang digambarkan Daud dalam nyanyiannya?

Ayat 11-12           Apa yang akan selalu dialami oleh orang-orang fasik?

Dalam nyanyiannya Daud menyampaikan pengakuan bahwa Allah merupakan tempat sandaran baginya. Saat ia terpuruk, saat ia menghadapi persoalan dan saat ia mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan (ayat 6-7). Bagi Daud, Allah juga selalu setia untuk mengingatkan dan menegur disaat ia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Dalam setiap peristiwa kehidupannya, Daud merasa bahwa Allah tidak pernah melepaskan perhatian-Nya. Allah ingin Daud hidup berkenan dan seturut dengan ketetapan-ketetapan-Nya (ayat 8-9). Oleh karena itulah Daud tidak ingin terjebak dalam kehidupan orang fasik. Daud ingin terus menikmati kasih setia Allah.

Dalam hidup selalu ada pilihan bagi umat: hidup dalam kefasikan atau hidup berkenan dihadapan Allah? Umat diajak untuk memilih, jalan manakah yang hendak ditempuh. Tidak mungkin kedua jalan itu dilalui bersamaan. Daud memilih untuk menjauhkan diri dari kefasikan. Bagi Daud hidup dalam kefasikan hanya akan menyesatkannya dan membuatnya jauh dari kasih setia Allah. Hidup berkenan dihadapan menjadi tujuan Daud. Apakah hidup yang berkenan dihadapan Allah juga menjadi pilihan bagi umat?

Refleksi
Sudahkah umat menentukan kehidupan seperti apa yang hendak dijalaninya? Hidup dalam kefasikan ataukah hidup berkenan dihadapan Allah? Semua tentu mengandung konsekuensi. Hidup dalam kefasikan membawa kepada maut. Hidup berkenan dihadapan Allah berarti menjaga kekudusan hidup

Tekadku
Ya Allah mampukan kami hidup berkenan dihadapan-Mu. Jangan biarkan kami hidup dalam kefasikan. Ingatkan kami untuk selalu melakukan perintah-Mu dan menjauhkan diri dari berbagai hal yang menyesatkan dan membawa kami kepada kegelapan

Tindakanku
Membaca dan melakukan firman Tuhan. Tekun dalam peribadahan. Memberi diri terlibat dalam berbagai kegiatan di gereja maupun di masyarakat

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«