suplemenGKI.com

Bacaan : Yohanes 13 : 1-17 ; 31-35.

“Kasih sebagai perintah baru”

 

Pengantar.
Bagi setiap umat Kristen, hal saling mengasihi merupakan hal yang amat familier. Tentu saja demikian , karena ungkpan tersebut merupakan perintah Tuhan Yesus secara langsung kepada murid-muridNya yang juga kepada umat Tuhan. Namun kenyataannya banyak orang Kristen yang mengalami kesulitan untuk menerapkannya. Untuk itu melalui renungan hari ini kita belajar tentang keteladanan kasih dan karya Kristus.

Pemahaman
Bagaimana cara Tuhan Yesus mengajar  murid-muridnya untuk hidup dalam kasih ?

Sudah berkali-kali Yesus mengajar murid-muridNya tentang kasih, tetapi mereka belum bisa membuat hati Tuhan Yesus senang, sehingga hati Tuhan Yesus sangat sedih ketika melihat murid-muridNya bertengkar memperebutkan tentang, “siapakah yang terbesar diantara mereka “ ? atau “siapakah yang patut mendapat tempat terhormat” ?. melihat kenyataan seperti itu maka Tuhan Yesus ingin mengajar mereka dengan cara yang tepat. Segera IA menanggalkan jubahNya, lalu mengambil sehelai kain lenan, dan mengikatkannya pada pinggangNya, lalu dituangkannya air pada sebuah basi dan segera membasuh kaki murid-murid  lalu menyekanya dengan kain lenan yang terikat pada pinggangNya. Dengan rasa malu dan heran murid-murid mengulurkan kakinya masing-masing untuk dibasuh Tuhan Yesus.  Disini Tuhan Yesus memberikan teladan tentang kerendahan hati, IA rela melayani murid-muridNya sebagai pelayan agar mereka kelak dapat meneladani apa yang telah dilakukan gurunya.

Tidak berhenti disitu, Tuhan Yesus mengingatkan murid-murid bahwa waktuNya tinggal sedikit lagi. Dia akan pergi dan tidak seorangpun yang dapat menyertai Dia sebab Dia mengambil suatu jalan dimana Dia harus berjalan sendirian. Dan sebelum Dia pergi , Dia memberi suatu perintah kepada murid-muridNya, agar mereka hidup saling mengasihi, sama serti Dia telah mengasihi mereka tanpa memikirkan kepentingan Diri sendiri, penuh pengorbanan dan penuh pengertian.itulah perintah baru yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya untuk dilakukan.

Perintah baru tersebut juga untuk kita, umat percaya yang hidup pada masa kini. Bukan untuk didengar, diingat saja tapi untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi
Sebagaimana Tuhan memberikan teladan membasuh kaki murid-muridNya dengan kerendahan hati dan sebagaimana Tuhan Yesus ingin agar murid-murid  melakukannya. Bukan hanya itu Tuhan Yesus juga memberikan perintah baru untuk hidup saling mengasihi. Untuk itu : ambillah saat hening sejenak, bertanyalah dalam hati saudara, : apakah saya telah memiliki kerendahan hati sebagai pelayan Tuhan ? apakah saya sudah mengasihi sesama ? ( orang-orang serumah, sekitar dan se gereja ? )

Tekadku
Karena Tuhan Yesus sudah memberi teladan dalam kerendahan hati dan memberi perintah baru maka kini saya bertekad untuk memiliki kerendahan hati dalam hal melayani Tuhan dan hidup saling mengasihi.

Tindakanku
Hari ini saya akan menyatakaan kasih kepada sesama, saya akan mengatakan, “saya mengasihimu”  kepada orang-orang seisi rumah. Jika mungkin saya akan memberikan sesuatu  (uang atau makanan ) kepada tetangga yang benar-benar membutuhkan sebagai bentuk kasih saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*