suplemenGKI.com

Kamis, 28 Juni 2018

27/06/2018

MERASA AMAN, LUPA TUHAN

Mazmur 30:7-13

 

Pengantar
Dalam Tradisi Yahudi, mazmur ini digunakan pada hari raya pentahbisan Bait Allah (Ay. 1) dimana pada hari itu orang Yahudi memperingati pentahbisan ulang Bait Allah setelah dihancurkan oleh musuh-musuh mereka pada abad ke-2 sebelum Masehi. Berarti mazmur ini sangat penting bagi orang Kristen secara komunitas. Namun yang harus diperhatikan adalah walaupun mazmur ini dinyanyikan secara bersama-sama oleh umat Allah, mazmur ini bersumber dari pengalaman pribadi Daud. Karena itu untuk mendapatkan makna yang dalam dari mazmur ini bagi kehidupan Kristen secara komunitas, kita perlu merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 7-8         : Kesalahan apakah yang pernah pemazmur lakukan sehingga ia sangat mensyukuri pertolongan dari Tuhan?
  • Ayat 9-13       : Apa yang Daud lakukan supaya ia tetap terus bersyukur kepada Tuhan dan supaya ia tidak melupakan Tuhan dalam hidupnya?

Pemazmur pernah berkata bahwa, “Dalam kesenanganku aku berkata: “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!” (Ay. 7). Dia merasa bahwa dirinya akan selalu kuat untuk selama-lamanya. Kehadiran Allah menjadi tersembunyi karena pemazmur lupa bahwa Allahlah yang menempatkan dirinya di atas gunung yang kokoh. Sebelum tertimpa penyakit, dia memegahkan diri, dengan semangat dapat mencukupi dirinya sendiri. Pemazmur mengakui kesalahan yang telah ia lakukan karena mengandalkan dirinya sendiri. Kesombongannya runtuh bersama dengan datangnya penyakit. Tetapi penyakit itu berhasil membuka matanya untuk menyadari ketergantungannya kepada Allah, sehingga dia berseru memohon belas kasihan dan kesembuhan.

Dalam ayat 9-13 Daud kembali mengingat doa dan keluhan yang telah dia ungkapkan pada waktu kesesakan (Ay. 11). Dengan ingatan akan hal tersebut, dia semakin tergugah dan kembali bersyukur kepada Allah atas perubahan saat ini menyenangkan. Ia juga akan selalu ingat bahwa Tuhan telah mengubahkan dirinya dari orang yang meratap menjadi orang yang menari-nari, Tuhan telah membuka kain kabung yang menutupi dirinya, Tuhan juga telah memberikan sukacita kepadanya (Ay. 12).  

Refleksi
Renungkanlah: Doa dan puji-pujian sejati hanya akan keluar dari mulut setiap orang yang sungguh-sungguh merasakan bahwa Tuhan telah membawa perubahan dalam dirinya dan yang menyerahkan hidupnya untuk bersandar kepada Tuhan. 

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk selalu peka pada perbuatan-Mu yang telah membawa perubahan dalam hidup saya. Tolong saya supaya saya tidak merasa bisa dan merasa aman sehingga saya melupakan-Mu. Ajar saya untuk selalu mengandalkan Engkau dalam segala aspek kehidupan saya.

Tindakanku
Saya akan mengingat dan mencatat perubahan-perubahan yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup saya, baik itu dalam karakter pribadi, keluarga dan dalam pelayanan. Supaya saya tidak memegahkan diri, tetapi selalu bersyukur kepada-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«