suplemenGKI.com

Bagi sebagian orang perikop ini mungkin merupakan perikop yang paling indah. Karena mengetengahkan tentang bagaimana keunggulan kasih di atas segala-galanya. Bahkan bisa  dikatakan secara tidak langsung kasih merupakan amanat agung, karena Tuhan Yesus dalam Mat 22:34-40 menyatakan hukum kasih itu menjadi yang utama. Yang pertama adalah kasih kepada Tuhan dan yang ke dua adalah kasih terhadap sesama. Di mana keduanya memiliki bobot yang sama, dan kepada hukum kasih itulah tergantung seluruh hukum taurat dan kitab para nabi. Artinya tanpa kasih, sebaik apapun, semulia apapun hukum itu tidak ada gunanya.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang hendak ditonjolkan melalui pengulangan kata “sekalipun” disetiap awal kalimat mulai ayat 1-3?
  2. Apa yang ingin ditunjukan melalui pernyataan di ayat 3?

Renungan:

Dalam bagian ini Paulus ingin menunjukan keunggulan kasih yang sesungguhnya. Daftar karunia yang hebat-hebat, besar-besar dan mungkin spektakuler itu bagi Paulus akan menjadi tidak bernilai atau tidak berarti apabila tidak didasari dengan kasih. Sebaliknya apa yang kelihatan sederhana tetapi didasari dengan kasih yang tulus maka itu akan menjadi berarti. Sesuatu (baik itu: milik, keahlian, talenta atau kepandaian) diberikan Tuhan kepada manusia agar menjadi berarti. Untuk menjadi berarti maka harus bisa dinikmati, membangun dan menolong pihak lain. Sesuatu baru bisa dinikmati, dirasakan dan berguna bagi orang lain bila disalurkan, dikerjkan dan dilakukan dengan kasih.

Konteks perikop ini didahului dengan daftar karunia yang begitu banyak (1Kor 12) Boleh jadi itu semua memang dimiliki oleh jemaat Korintus (band 1Kor 1:7) Tetapi Paulus dengan tegas mengatakan, itu semua akan menjadi sia-sia bila tanpa kasih. Betapa hebatnya jika ada orang yang bisa bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi tanpa kasih itu ibarat gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing. Dua benda yang bisa menghasilkan bunyi-bunyian itu, biasa digunakan dalam upacara ritual keagamaan kafir, ketika ritual itu dilakukan maka akan menghasilkan bunyi yang bisa membuat bulu kuduk merinding (ketakutan) seakan ada kuasa kejahatan yang mencengkeram bagi yang mendengarkan. Bagi kita itu samasekali tidak ada gunanya, malah bisa membuat merinding bulu kuduk (bukan karena kepenuhan Roh Kudus, tetapi karena jiwa kita tertekan/terganggu)

Ada orang berkarunia khotbah yang hebat, karunia iman yang spektakuler sampai bisa memindahkan gunung, memahami berbagai pengetahuan (pintar) tetapi semua tidak berguna bila tidak didasari kasih. Maka kata “sekalipun” menyatakan tidak ada gunanya tanpa kasih.

Mungkin anda heran, mengapa orang yang suka memberi, berderma bahkan sampai dirinya tidak mempunyai apa-apa (menyerahkan tubuhnya/rela berkorban) tetapi dikatakan sedikitpun tidak ada faedahnya? Bukankah dia sudah kehilangan sesuatu? Bukankah dia sudah berupaya dengan maksimal? Dan bukankah dia sudah menahan diri dari kesenangan? Perbedaan berkorban dengan kasih dan berkorban tanpa kasih dengan mudah kita lihat dalam pribadi Yesus Kristus (ketika Dia berkata “Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa bagi tebusan banyak orang”) itulah kasih tanpa syarat. lain halnya bila ada orang mau berkorban bagi orang lain tetapi mengharapkan sesuatu untuk kepentingan dirinya sendiri atau kesombongan. Itulah yang dikatakan Paulus “sedikitpun tidak ada faedahnya”

Sekecil apapun yang kita lalukan untuk orang lain, sesederhana apapun yang kita ucapkan bagi orang lain, serendah apapun yang kita puji buat orang lain jika dilakukan dengan kasih maka itu menjadi berarti besar bagi yang menerimanya. Sebesar apapun yang kita berikan, setinggi apapun pengetahuan yang kita miliki dan sehebat apapun pengorbanan kita kepada orang lain jika tanpa kasih itu tidak berarti apa-apa bagi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*