suplemenGKI.com

Bacaan : Wahyu 21 : 10 – 27.

Thema : Kehadiran Allah.

 

PENGANTAR.
Dalam penglihatannya, Yohanes melihat kota Yerusalem yang baru turun dari Sorga. Gambaran kota Yerusalem baru begitu jelas diperlihatkan kepada Yohanes dalam penglihatan itu. Bentuknya, apa saja yang ada pada tembok, pintu dan ukurannya bahkan jenis batu-batuan yang menjadi bahan dasar tembok dan kota itupun di perlihatkan kepada Yohanes. Tidak ada kota yang begitu megah dan semulia Yerusalem baru. Namun di kota Yerusalem baru itu tidak ada Bait Suci. Mengapa demikian ? renungan hari ini akan menjawabnya.

PEMAHAMAN.

  • Kemegahan apa yang dilihat Yohanes tentang kota Yerusalem yang baru ? ( ayat 10 – 21 )
  • Mengapa di Yerusalem baru tidak ada Bait Sucinya ? ( ayat 22 )
  • Apa makna kehadiran Allah di Yerusalem baru, di gereja dan di persekutuanmu ?

Yerusalem baru yang diperlihatkan kepada Yohanes sangat megah dan mulia. Dikatakan bahwa kota itu  penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah….. (ayat 21 ). Bahkan pondasi, tembok, lantai, pintu gerbang dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kota Yerusalem baru terbuat dari berbagai macam batu permata, berhiaskan emas dan mutiara yang dalam pandangan manusia sebagai barang-barang yang berharga. Namun bagi Allah hal itu adalah barang yang biasa saja.

Namun Yohanes tidak melihat Bait Suci didalam kota itu. Bagi orang Yahudi Bait Suci memiliki makna yang sangat penting. Karena Bait Suci menjadi symbol dari representasi kehadiran Allah. Namun ketika kita membaca dengan seksama mengapa di kota Yerusalem baru tidak diperlukan lagi Bait suci ?  karena Allah yang Maha kuasa adalah Bait Sucinya atau Allah senantiasa ada di sana. Allah yang memerintah langsung di kota Yerusalem baru sebagai Raja yang adil dan damai. Jika kehadiran Allah di kota Yerusalem baru kita kaitkan dengan gereja, maka kita jangan memahami bahwa gereja bukanlah gedungnya, gereja bukanlah liturginya, bukanlah bentuk organisasinya atau metode pelayanannya. Sesungguhnya yang membuat gereja sebagai gereja adalah kehadiran Yesus Kristus. Tanpa kehadiran Yesus Kristus, gereja tidak ada. Dan bila Kristus hadir, maka setiap persekutuan manusia adalah gereja yang sesungguhnya. Untuk itu hadirkan Kristus ditengah-tengah hidupmu, keluargamu, persekutuanmu, dan itulah gereja yang sesungguhnya.

REFLEKSI.
Marilah kita mengambil saat hening untuk merenungkan : apakah Yesus Kristus hadir di hidupmu ? di keluargamu ? di persekutuanmu ?

TEKADKU.
Ya Tuhan Yesus, kiranya Engkau hadir di hidupku, di keluargaku.

TINDAKANKU.
Kehadiran Yesus Kristus ditengah-tengah hidupku dan keluargaku, akan saya saksikan kepada lingkunganku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*