suplemenGKI.com

Mazmur 105: 23-26, 45.

 

Tuhan Maha Hadir, Siap Untuk Menolong Umat-Nya

Pengantar:
Pengalaman-pengalaman hidup di tempat asing seringkali tidak menyenangkan pada awalnya. Semua serba asing dan baru. Yang tidak kalah menyulitkan adalah belum banyak relasi, belum banyak tahu kondisi kontek dan belum siap beradaptasi. Keadaan-2 demikian biasanya membuat seseorang merasa sendiri. Bagaimana dengan bangsa Israel di Mesir. 

Pemahaman:

  1. Bagaimana keadaan Yakub ketika menjadi pendatang di tanah Mesir? (v. 23-24)
  2. Bagaimana sikap bangsa Mesir terhadap umat Tuhan yang adalah bangsa asing (v. 25)
  3. Apa tujuan Tuhan memanggil dan mengutus Musa dan Harun bagi umat-Nya (v. 26, 45)

Latar belakang yang membuat keluarga Israel/Yakub pergi ke Mesir adalah bencana kelaparan. Pada saat itu terjadi kelaparan di mana-mana, termasuk di Mesir (Kej 41:56) Yusuf yang adalah anak Israel dipakai Tuhan dalam kekuasaanya di Mesir menjadi pengatur strategi untuk menghadapi kelaparan tersebut. Seluruh daerah yang ingin mendapatkan makanan harus pergi ke Mesir untuk membeli makanan. Termasuk keluarga Israel. Tetapi sesungguhnya yang menjadi inti dari keberadaan Israel di Mesir adalah rencana Tuhan untuk memelihara dan menolong umat-Nya agar kelak menjadi bangsa yang besar (Kej 46:1-6)

Keberadaan Israel di Mesir sangat diberkati Tuhan dan berkembang pesat, sehingga hal itu menyebabkan kebencian dari bangsa Mesir. Ada kekuatiran akan perkembangan populasi bangsa Israel di Mesir yang begitu pesat. Puncak dari kekuatiran Mesir adalah mereka kemudian menindas umat Israel agar dapat menghambat perkembangannya. Dalam kondisi tertindas itu umat Israel berseru kepada Tuhan, memohon pertolongan Tuhan.

Tuhan memperhatikan penderitaan umat-Nya dan kemudian mengutus Musa dan Harun untuk menjadi alat bagi membebaskan Israel dari penindasan di Mesir. Dituntun-Nya umat Israel dengan cara yang ajaib, diberikan-Nya kepada umat-Nya negeri yang baik serta diberkati umat-Nya dengan segala kelimpahan. Hanya satu kerinduan Tuhan bagi umat-Nya adalah agar mereka tetap berpegang pada perintah, ketetapan dan memegang pengajaran-Nya. Tuhan selalu hadir menyertai umat-Nya yang setia dan taat perintah dan pengajaran-Nya, untuk itu jika engkau setia dan taat pada-Nya jangan takut menjalani hidupmu.

Refleksi:

Renungkanlah, apakah dalam sepanjang hidup saudara Tuhan pernah tidak menolong dan menyertai saudara? Jika pernah merasakan demikian, maka mungkin kita belum setia, taat serta berpegang pada ketetapan dan perintah-perintah serta pengajaran-Nya. Sekarang mulailah untuk mentaati-Nya.

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar aku belajar setia, taat dan berpegang pada perintah dan ketetapan-2-Mu dalam kehidupanku.

Tindakan:
Mulai berkomitmen untuk setia, taat dan berpegang pada ketetapan dan pengajaran-Nya walaupun masih dalam bentuk yang sederhana, Misalnya setia beribadah, membaca firman Tuhan dan menerapkan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«