suplemenGKI.com

Mazmur 80:16 – 20

 

Menyambut Adven dengan Berharap Kepada-Nya

 

Pengantar
Struktur mazmur 80 ini bersifat inklusio, di mana bagian awal sama dengan bagian akhir. Itu sebabnya pada bagian akhir ini Pemazmur kembali menaikkan permohonan kepada Allah, seperti yang dilakukannya pada bagian awal. Namun demikian tidak berarti bahwa perenungan kita sama dengan perenungan dua hari yang lalu.
Pemahaman
- ay. 15 – 20: sambil mengingat apa yang sudah kita renungkan dua hari terakhir ini, menurut Saudara, hal apakah yang membuat Pemazmur paling menderita?

-  ay. 18 – 20: bila dirangkumkan menjadi sebuah kalimat, kira-kira bagaimanakah bunyi permohonan Pemazmur ini?

Bila kita mengamati mazmur 80 ini secara keseluruhan, kita dapat melihat betapa besar kerinduan Pemazmur akan hadirat Allah. Berulangkali ia memohon, “buatlah wajah-Mu bersinar”. Untuk memahami arti wajah Allah yang bersinar, kita dapat melihat sejenak terjemahan lain. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari mengartikan ungkapan tersebut dengan terjemahan, “Pandanglah kami dengan sukacita dan kasih”. Sedangkan Firman Allah Yang Hidup memfrasakan kalimat ini dengan ungkapan, “Pandanglah kami dengan sukacita dan kasih”. Melalui perbandingan tersebut, nampaknya ada dua hal penting dalam ungkapan “wajah bersinar” Allah. Pertama, Allah tidak memalingkan muka-Nya dari umat kepunyaan-Nya. Kedua, wajah yang bersinar adalah wajah yang penuh sukacita dan kasih. Allah tidak murung dan murka tatkala memandang kita.

Apa yang menjadi kerinduan Pemazmur ini sekaligus juga mencerminkan apa yang paling ditakutkan oleh Pemazmur. Sakit penyakit, kekurangan, dan juga kemiskinan, semuanya itu bukanlah hal yang paling ditakuti Pemazmur. Sebab bagi dia penderitaan terbesar adalah ketika Allah memalingkan wajah-Nya dan tidak mau memandang Pemazmur. Karena itulah maka dalam permohonan ini juga terkandung tekad untuk bertobat, “kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu”.

 

Refleksi
Acapkali kita mengabaikan hadirat Tuhan, karena yang kita rindukan hanyalah berkat Tuhan, baik dalam bentuk harta, kesehatan, maupun dalam bentuk lainnya. Kita tidak peduli apakah wajah Allah bersinar atau muram.

 

Tekad
Doa: Ya Allah, berikanlah kepada saya hati yang rindu akan sinar wajah-Mu, rindu akan hadirat-Mu. Amin.

 

Tindakan
Sebagai wujud kerinduan akan hadirat Allah, maka selama seminggu ke depan saya akan menyediakan waktu 5 (lima) menit untuk berdoa memohon hati yang tanggap akan kehendak Tuhan

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«