suplemenGKI.com

Kamis, 27 Mei 2021

26/05/2021

Yesaya 6:1-8

ALLAH MEMILIH & MENGUTUS

 

PENGANTAR

 

‘Ku utus ‘kau mengabdi tanpa pamrih,
berkarya t’rus dengan hati teguh,
meski dihina dan menanggung duka;
‘Ku utus ‘kau mengabdi bagiKu.

Setiap kita pasti tahu lirik lagu di atas. Lagu di atas merupakan syair lagu ‘Ku Utus Kau’ yang terambil dari NKB 210. Syair lagu ini ditulis oleh seorang perempuan Canada yang bernama Margaret Clarkson. Margareth Clarkson lahir di Melville, Saskatchewan pada 8 Juni 1915. Syair lagu ‘Ku Utus Kau’ merupakan cerminan dari pertumbuhan iman yang dirasakannya. Bertahun-tahun Margareth hanya menulis syair-syair yang terkait dengan penderitaan dan hidup yang serba kekurangan. Namun suatu ketika dia membaca injil Yohanes 20 dan segera ia menyadari bahwa dalam segala keterbatasan fisiknya, dia masih dapat melayani. Pelayanan itu adalah menjadi penulis. Tidak terhitung banyaknya karya Margaret Clarkson, mulai dari sayir-syair puisi hingga buku.

PEMAHAMAN

Ayat 1-7      Apa yang dialami oleh Yesaya ? Bagaimana sikap dan tanggapan Yesaya ?

Ayat 8         Bagaimanakah tanggapan Yesaya yang telah menerima anugerah pengampunan dosa ?

Seperti penjelasan yang terdapat di dalam Yesaya pasal 1 bahwa Yesaya memperoleh penglihatan dalam tahun matinya raja Uzia. Dalam penglihatannya, Yesaya merasa akan binasa oleh karena segera sadar bahwa dia berada dihadapan Allah semesta alam. Yesaya menyadari siapa dirinya dan bangsanya. Yesaya tentu merasa takut dan gentar. Namun dalam penglihatan itu Yesaya dipulihkan. Dia dijamah  dan dibebaskan dari dosa-dosanya. Hal itu tentu menghadirkan rasa syukur yang tidak terungkap, sukacita yang luar biasa, dan menghadirkan respon yang sungguh-sungguh dari Yesaya. Itulah sebabnya ketika Allah bertanya siapa yang akan diutus ? Yesaya langsung merespon pangilan dan pengutusan dari Allah.

Yesaya menolong umat untuk menyadari bahwa Allah tidak pernah ragu terhadap setiap keputusan yang dibuat-Nya. Allah telah memilih umat untuk ditebus dan menerima anugerah keselamatan. Konsekuensi atas keterpilihan itu adalah umat tidak lagi hidup sebagai orang berdosa tetapi sebagai orang-orang yang merdeka. Sebagai orang yang telah merdeka atau dibebaskan umat diutus untuk memberitakan kehendak Allah atas semua orang.  Oleh karena itu jangan menolak dan mengabaikan tanggungjawab pengutusan yang Allah telah percayakan. Allah memilih umat untuk sebuah tujuan. Tentu bukan tujuan yang main-main atau hanya untuk kesombongan belaka.

REFLEKSI
Allah telah memilih umat untuk menerima anugerah keselamatan. Pemilihan ini tentu bukan hal yang main-main. Allah adalah Allah yang tidak pernah ragu terhadap segala keputusan-Nya. Umat kemudian diutus untuk melakukan kehendak Allah dalam kehidupannya. Allah tentu juga tidak main-main terhadap tugas pengutusan tersebut.

TEKADKU
Ya Allah, jangan biarkan kami menyia-nyiakan anugerah keselamatan yang kami telah terima. Engkau telah memilih kami. Engkau juga telah mengutus kami menyatakan kehendak-Mu kepada semua ciptaan. Mampukan kami menjadi orang-orang yang bertanggungjawab terhadap keterpilihan dan pengutusan itu.

TINDAKANKU
Menceritakan kebaikan Allah kepada semua orang dan juga hidup sebagai orang Kristen yang bisa diteladani.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»