suplemenGKI.com

Kamis, 27 Maret 2014

26/03/2014

Efesus 5:8-10

Hidup sebagai Anak-anak Terang

Pengantar
                Suatu kali seorang profesor ateis menantang para mahasiswanya dengan pertanyaan sebagai berikut: “Apakah benar bahwa pada dasarnya Tuhan menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini?” Para mahasiswa menjawab: “Ya benar, Dialah yang menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini”. Lalu profesor itupun melanjutkan dengan berkata: “Jika demikian Tuhanlah yang menciptakan kejahatan, sebab kejahatan ternyata ada di dunia”. Kelaspun menjadi senyap. Di tangah kesenyapan itu, seorang mahasiswa mengangkat tangannya dan berkata: “Bolehkah saya bertanya?” “Tentu saja”, jawab sang profesor. Mahasiswa muda itu pun berdiri dan bertanya: “Menurut Anda apakah gelap itu ada?” “Tentu saja ada”, jawab sang profesor. “Anda keliru, berdasarkan hukum Fisika, gelap hanyalah istilah untuk menjelaskan sebuah kondisi tanpa cahaya”, jelas mahasiswa itu. “Cahaya dapat dipelajari, tidak demikian dengan kegelapan. Seberkas cahaya akan melenyapkan kegelapan. Demikian pula halnya dengan kejahatan yang tak lain hanyalah istilah untuk menggambarkan sebuah kondisi tanpa kehadiran Tuhan di dalam hati manusia”, imbuh si mahasiswa yang tak lain adalah Albert Einstein. Kitapun dahulu hidup dalam kegelapan, tetapi sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu kita harus hidup sebagai anak-anak terang (Efesus 5:8)

Pemahaman
Ayat 8                   :  Menurut Sdr, apa makna kata-kata “dahulu kamu adalah
                                    kegelapan tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam
                                    Tuhan”?
Ayat 9-10             :  Apa buktinya jika kita hidup sebagai anak-anak terang?

Dengan menggunakan kata “adalah” dalam ayat 8, Rasul Paulus dapat dipastikan ingin memberikan penekanan tertentu.. Ia menulis: “dahulu kamu adalah kegelapan …” bukan sekedar “dahulu kamu hidup di dalam kegelapan”. Manusia adalah mahluk berpikir. Jika pikiran dan hatinya gelap, maka gelaplah seluruh hidupnya (Roma 1:21). Jika kita hidup sebagai anak-anak terang, maka terang itu akan berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran (ayat 9) serta kemampuan untuk menguji apa yang berkenan kepada Tuhan (ayat 10).

Refleksi
Apakah pikiran dan hatiku selama ini masih lebih sering “gelap” daripada “terang”? Apakah aku masih sering membenci dan sulit mengasihi? Apakah aku masih membeda-bedakan orang? Apakah aku masih lebih suka   berbohong daripada menyatakan kebenaran, lebih sering berbuat curang daripada bertindak  jujur?

Tekad
Mulai sekarang aku mau hidup sebagai anak terang yang hidupnya senantiasa berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran serta senantiasa menguji apa yang berkenan kepada Tuhan.

Tindakan
Aku mengakui dan memohon ampun atas semua kesalahanku di hadapan Tuhan dan mengambil inisiatif untuk meminta maaf kepada orang-orang yang selama ini aku perlakukan dengan tidak baik, tidak adil, dan tidak benar. Aku mulai belajar untuk senantiasa berpikir dan bertindak dalam terang Tuhan.  

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«