suplemenGKI.com

Kamis, 27 Juli 2017

26/07/2017

POLA KEADILAN ALLAH

Mazmur 119:137-144

 

PENGANTAR
Pola hidup Illahi menegaskan adanya tatanan dan aturan yang bersumber pada kebenaran Allah, yaitu firman-Nya.  Bukan konsep atau wacana tetapi lebih kepada praktik hidup yang menjadi bukti kehadiran Allah.  Salah satu contoh pola hidup Illahi adalah praktik hidup yang mewujudkan keadilan Allah. Apa yang dimaksud keadilan Allah?  Mari kita baca dan renungkan.

 

PEMAHAMAN

  • Ayat 137         :  Apa yang pemazmur hayati tentang Allah?
  • Ayat 138         :  Bagaimana pemazmur memahami hubungan firman dan keadilan?
  • Ayat 142         :  Apa yang menjadi karakteristik pola keadilan Allah?
  • Apakah saudara mengalami keadilan Allah?

Keadilan dari kata “adil” yang berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak.  Jadi, keadilan adalah semua hal yang berkenaan dengan sikap dan tindakan dalam hubungan antarmanusia, tanpa  pandang bulu atau pilih kasih.  Tidak memandang status apapun pada diri orang tersebut.  Semuanya diperlakukan sama karena kemanusiaannya.   Namun kenyataan di lapangan sering  berbeda.  Keadilan bersifat subyektif; tergantung kekuasaan, kepentingan dan kepemilikan.  Ketiga hal ini yang akan menentukan keadilan berlaku bagi siapa dan kapan.  Keadilan menjadi alat bagi pihak-pihak tertentu untuk memaksakan kehendak dan kepentingannya.  Jenis keadilan seperti ini palsu sebab bersumber dari keberdosaan manusia.  Lantas apa yang bisa kita pelajari dari pemazmur tentang pola keadilan Allah?

Pertama, keadilan Kristen bersumber dari karakter Allah sendiri, “Engkau adil, ya TUHAN” (ayat 137a). Orang Kristen dipanggil melaksanakan keadilan sosial karena demikian halnya Allah.  Mengingkari atau menolak keadilan berarti sama halnya dengan menolak keadilan Allah.  Kedua, keadilan Kristen harus bersesuaian dengan kebenaran-Nya, “hukum-hukum-Mu benar” (ayat 137b).  Artinya, hukum sebagai alat menyatakan keadilan harus didasarkan pada moralitas Allah sebagai pribadi yang benar.  Bukan subyektivitas manusia yang berdosa.  Ketiga,  keadilan Kristen harus dilaksanakan dalam kehidupan, “telah Kau perintahkan peringatan-peringatan-Mu dalam keadilan dan dalam kesetiaan belaka” (aya 138).  Keadilan Kristen tidak berhenti pada wacana tetapi pada karya.  Allah melalui sabda-Nya mengutus orang Kristen menyatakan keadilan dalam kesetiaan.  Seiring dengan kehidupan, maka keadilan Kristen harus terus digemakan.  “keadilan-Mu adil untuk selama-lamanya” (ayat 142).  Bukan hanya karena kehidupan membutuhkan keadilan, tetapi lebih dari itu sebagai wujud kehadiran Allah di tengah dunia melalui pola kehidupan Illahi setiap orang percaya.    Mari menyatakan keadilan Allah yang tidak berbatas karena Ia sudah meneladankan keadilan agung dengan cara menebus dan mengampuni dosa manusia.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Pola keadilan Allah yang mencerminkan Diri dan karya-Nya harus terwujud melalui kehidupan setiap orang Kristen.

TEKADKU
Tuhan, aku mau belajar mewujudkan keadilan dalam hidup yang bersumber dari kebenaran-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau mewujudkan pola hidup Illahi yang berkeadilan dengan cara mau membela mereka yang lemah dan tertindas.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*