suplemenGKI.com

MELAYANI UNTUK MENYUKAKAN HATI TUHAN

I Tesalonika 2:1-6

 

Pengantar
Banyak orang merasa terpanggil untuk melayani TUHAN, namun tak semua pelayan tahan menghadapi tekanan dan beban-beban. Tak sedikit yang akhirnya mengundurkan diri karena merasa tidak nyaman dalam pelayanan. Mereka akan bertahan dalam pelayanan bila situasi dan kondisi ladang pelayanan menyukakan hati. Bila demikian,  sebenarnya apa yang kita cari dalam pelayanan? Apakah motivasi kita dalam melayani? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman 

  • Ayat 1-2  : Apakah yang dialami dan dilakukan Paulus di  ladang pelayanan?
  • Ayat 3-6  : Apakah motivasi Paulus dalam melayani? 

Perikop ini berisi bagaimana pelayanan Rasul Paulus di jemaat Tesalonika. Paulus menyadari bahwa pelayanan yang ia lakukan berasal dari ALLAH (ay. 4). Ia yang tidak layak telah dilayakkan oleh ALLAH untuk menjadi pelayan-Nya. Inilah status yang dipahami oleh Rasul Paulus. Oleh karena itu yang dilakukannya adalah untuk menyukakan hati ALLAH bukan hati manusia.

Paulus menekankan bahwa pelayanannya bukan berdasarkan tipu daya manusia maupun untuk mencari pujian dari manusia, namun karena TUHAN mempercayakan dan menolong Paulus memberitakan Injil. Maka keberhasilan pekabaran Injil semata-mata adalah karena pertolongan Tuhan dan juga semangat kasih ALLAH yang tertanam dalam dirinya, sehingga segala bentuk rintangan dan tantangan yang dihadapinya dalam pekabaran Injil dapat dilalui.

Pengalaman iman bersama TUHAN yang akan mendorong kita untuk mampu menjadi pelayan missioner. Jika seseorang tidak dapat menyadari dan mengakui kasih TUHAN dalam hidupnya, bagaimana mungkin dia mampu menyatakan kasih TUHAN kepada sesamanya? Maka dalam bacaan ini, Paulus ingin menyatakan bahwa kelayakannya memberitakan Injil lahir dari responnya atas kasih TUHAN yang telah dinyatakan atas hidupnya. Apa yang dilakukannya hanyalah untuk menyukakan hati ALLAH sebagaimana dia telah menjadi saksi akan kasih ALLAH yang besar.

Melayani TUHAN bukanlah pekerjaan manusia semata. TUHAN menuntun hamba-Nya melakukan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, setiap orang yang melayani-Nya harus ada kerelaan membuka diri kepada TUHAN dan mau dituntun oleh kehendak-Nya. Manusia tidak dapat mengandalkan dirinya sendiri dan kemauan sendiri. Karena itu, melayani TUHAN bukan penonjolan diri dan untuk memperoleh keuntungan melainkan untuk memuliakan Tuhan; menyukakan hati TUHAN.

Refleksi
Dalam keheningan, pandanglah gambar TUHAN YESUS. Bayangkanlah DIA sedang menilai karya pelayanan yang Saudara lakukan di mana pun. Kira-kira apakah DIA tersenyum puas? Apakah yang Saudara lakukan menyukakan hati-Nya?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku selalu setia dalam melayani-Mu. Luruskanlah hatiku agar aku selalu bersemangat menyukakan hati-Mu dalam tiap gerak pelayanan yang kulakukan. 

Tindakanku

  • Aku akan belajar tidak mengeluh dalam mengerjakan tanggungjawab pelayanan.
  • Aku akan mengerjakan setiap tanggungjawab pelayanan dengan penuh komitmen untuk menyukakan hati TUHAN
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«