suplemenGKI.com

Kamis, 26 Maret 2020

25/03/2020

SANG SUMBER HIDUP

Yehezkiel 37:1-6

 

PENGANTAR
Persoalan senantiasa menjadi bagian pergumulan hidup.  Tidak ada seorangpun yang bisa menolak hadirnya persoalan.  Pertanyaannya, apa yang menjadi sumber pengharapan orang percaya ketika menghadapi persoalan?  Bergantung pada manusia atau kepada Allah sebagai Sang sumber hidup?  Mari kita temukan jawabannya dari pengalaman Yehezkiel! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-2: Apa yang dialami Yehezkiel dan mengapa hal itu bisa terjadi?
  • Ayat 5-6: Apa yang Yehezkiel pelajari tentang Allah melalui peristiwa ini?
  • Apakah saat ini anda benar-benar masih memiliki keyakinan kepada Sang sumber hidup?

Nubuat nabi Yehezkiel tentang kebangkitan Israel dalam perikop ini disampaikan kira-kira 10 tahun setelah pembuangan di Babel.  Pada saat itu Bait Allah telah dihancurkan bangsa Babel.  Hal ini berarti bukan hanya secara politik Israel kalah, tetapi juga secara spiritual mereka kehilangan hubungan baik dengan Allah. Apalagi Bait Allah yang saat itu memiliki fungsi keagamaan yang utama, bagi umat Israel juga telah dihancurkan.  Israel seolah kehilangan harapan dan daya hidup sebagai bangsa.  Di tengah kondisi seperti ini Yehezkiel mewartakan masa depan baru yang akan dilakukan Allah.  Yehezkiel dibawa oleh Roh Allah dan ditempatkan di tengah-tengah lembah yang penuh dengan tulang-tulang kering berserakan dimana-mana.

Apa yang terjadi setelah Yehezkiel bernubuat? Yehezkiel mendengar suara berderak-derak dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.  Urat-urat dan daging tumbuh pada tulang-tulang itu, kemudian kulit menutupinya;  setelah nafas hidup masuk di tubuh-tubuh yang mati itu, mereka hidup kembali, ”Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali…dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN” (ayat 6).  Tulang-tulang bangkit dari kuburannya sendiri (ayat 12).  Apa arti?  Allah akan membangun kembali bangsa yg digambarkan seperti mendobrak kungkungan kubur, sehingga mereka berada dalam situasi politik yang baru.  Allah akan memberikan pengharapan di tengah situasi yang terpuruk sekalipun. 

Penglihatan Yehezkiel menegaskan makna pengharapan yang diberikan Allah dalam pergumulan umat-Nya.  Pengharapan yang sama juga berlaku bagi umat masa kini.  Pengharapan tersebut adalah Allah tidak akan membiarkan umat terus menerus berada dalam pergumulan.  Sebaliknya, Allah akan menolong umat untuk mengatasi pergumulan.  Allah tidak akan membiarkan kuasa kematian menguasai kehidupan umat-Nya.  Dia memang terkadang melakukan tindakan-tindakan di luar pemikiran umat-Nya tetapi sesungguhnya bermanfaat untuk menolong menghadapi dan menyelesaikan berbagai pergumulan hidup.  Sebab Dia Sang sumber hidup yang sejati. 

REFLEKSI
Mari renungkan dalam keheningan: Apa yang menjadi persoalan saudara saat ini?  Takut, cemas, putus asa, mempertanyakan kasih-Nya; bisa jadi itu respons terhadap persoalan yang kita hadapi.  Sekali lagi renungkan siapa Allah.  Tidak ada persoalan yang sanggup memisahkan kepedulian Allah kepada umat-Nya.   

TEKADKU
Ya Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu hari ini.  Mampukan aku untuk terus meyakini bahwa Engkaulah Sang sumber hidupku.  Engkau sangat peduli padaku. 

TINDAKANKU
Aku mau kembali semangat mengerjakan dengan sebaik-baiknya apa yang seharusnya aku kerjakan, sebagai wujud keyakinanku bahwa Sang sumber hidup itu sangat peduli padaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«