suplemenGKI.com

Kamis, 26 Juli 2018

25/07/2018

Efesus 3:14-21

MELAYANI DENGAN RENDAH HATI

PENGANTAR
Dalam perikop sebelumnya Paulus menuliskan bahwa dirinya telah mendapatkan dua karunia istimewa sekaligus.  Pertama, Paulus diberi karunia istimewa untuk mengetahui sebuah rahasia besar, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi juga akan menjadi pewaris Kerajaan Allah.  Kedua, Paulus diberi karunia istimewa untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi agar rahasia besar itu terwujud dalam hidup bergereja. Siapapun yang mendapatkan karunia-karunia istimewa seperti itu harus waspada terhadap bahaya besar yang mengintainya: memegahkan dirinya sendiri.

PEMAHAMAN

  • Ay. 14-15.  Apa yang Paulus lakukan setelah menyadari bahwa Tuhan memberikan dua karunia istimewa kepadanya?
  • Ay. 16-19.  Hal apa sajakah yang Paulus doakan bagi orang-orang bukan Yahudi?  Apa hubungan doa Paulus dengan keberadaan mereka sebagai orang-orang non-Yahudi dalam jemaat Kristen?
  • Ay. 20-21.  Apa yang Paulus lakukan di bagian akhir doanya?  Apa hubungannya dengan pelayanan yang dilakukannya?

Kata “sujud”  yang diungkapkan Paulus di ayat 14 secara hurufiah berarti tiarap.  Dengan bersujud Paulus merendahkan dirinya di hadapan Allah sekaligus menyatakan syukurnya atas anugerah yang diterimanya.  Dengan cara inilah Paulus menjaga diri agar dapat melayani dengan hati yang penuh syukur dan tetap rendah hati.

Paulus selalu memikirkan orang-orang yang dilayaninya lebih daripada dirinya sendiri.  Walau sedang dipenjara dan terancam tuduhan yang berat, Paulus jsutru berdoa bagi mereka yang ada di Efesus.  Paulus berdoa agar Tuhan meneguhkan hati mereka sehingga iman mereka semakin kokoh berakar di dalam kasih-Nya.  Paulus juga berdoa agar mereka semakin mengenal kasih Kristus dalam segala aspek kehidupan mereka dan mereka memperoleh seluruh karunia Allah yang tersedia bagi mereka.  Ketika kita melayani seseorang, atau kita terlibat dalam sebuah kelompok pelayanan (komisi, sektor, paduan suara, dan sebagainya) kita harus senantiasa mendoakan orang-orang yang kita layani.  Berdoa bagi orang-orang yang kita layani berarti juga mengakui bahwa kita membutuhkan kasih dan kuasa Tuhan dalam pelayanan kita.

Di akhir doanya Paulus mengungkapkan puji-pujian kepada Tuhan.  Paulus mengembalikan semua kemuliaan hanya kepada Tuhan.  Semua kemuliaan yang terjadi dalam hidup berjemaat adalah milik Allah, bukan milik Paulus dan bukan milik siapapun, meski dia adalah seorang tokoh yang sangat berjasa dalam jemaat tersebut.

REFLEKSI
Sebagian besar persoalan dalam gereja disebabkan oleh keinginan memegahkan diri, dan sebagian besar persoalan itu dapat diselesaikan hanya dengan kerendahan hati.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku agar semakin mampu melayani-Mu dengan rendah hati.

TINDAKANKU
Mulai hari ini, secara bergiliran, aku akan mendoakan orang-orang yang aku layani dan orang-orang yang melayani bersama aku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«