suplemenGKI.com

Mazmur 22:28-32

KEPERKASAAN ALLAH

 

PENGANTAR
“The Avengers” adalah salah satu film superhero terkini yang paling banyak digemari, baik orang dewasa maupun anak-anak.  Salah satu yang ditonjolkan dalam film seperti itu adalah kekuatan dan kepahlawanan superhero dalam menumpas kejahatan.  Bacaan kita hari ini mengajarkan bahwa Allah adalah pribadi yang kedaulatan dan kekuasaan mengatasi segala ciptaan.PEMAHAMAN
Ayat 29           :  Allah yang seperti apakah yang digambarkan pemazmur?
Ayat 30, 31     :  bagaimana respons manusia ketika melihat keperkasaan Allah?

Apakah yang saudara pahami tentang Allah dan keperkasaan diriNya?
Apakah pemahaman tersebut mempengaruhi sikap anda terhadap hidup sendiri dan Allah?

Meski tidak mutlak namun harus diakui bahwa sikap manusia sangat dipengaruhi oleh pandangan yang dianut atau apa yang dipahaminya.  Misalnya, seseorang tidak akan berani mencoba hal yang baru bila cenderung berpandangan negatif kepada dirinya sendiri.  Sebaliknya, meski berbekal sedikit kemampuan,tapi karena didukung dengan penghargaan diri yang tepat, seseorang akan mampu melakukan hal-hal yang baru dengan maksimal.  Kebenaran yang sama juga berlaku dalam pengalaman iman.  Apa dan bagaimana kita menjalani sikap iman dipengaruhi oleh pemahaman tentang iman itu sendiri.  Bagaimana seseorang mampu mempercayai kuasa doa, bila dia sendiri sama sekali tidak memahami apa itu doa, bahkan mungkin jarang berdoa?  Bagaimana seseorang mempercayai penyertaan Tuhan bila dia sendiri tidak belajar mengenal hakekat Tuhan yang maha hadir?  Praktis segala keputusan yang dia ambil hanya bersumber dari kekuatan diri sendiri.  Dan bila apa yang dia inginkan tidak tercapai, dia mempertanyakan dan menyalahkan Tuhan!

Pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa Tuhanlah yang “empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa” (ayat 29).  Dan kepadaNyalah semua orang “akan bersujud menyembah” (ayat 30).  Bahkan keturunan berikutnya akan “beribadah kepadaNya dan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang” (ayat 31), sebab “Ia telah melakukannya” (ayat 32).  Rangkaian frasa ini bukan sekadar lantunan pujian pemazmur, tetapi sekaligus pengakuan iman akan keperkasaan TUHAN sebagai pencipta langit dan bumi.  Pengakuan iman yang semacam ini menjadi landasan pemazmur untuk mengandalkan Tuhan (“karena Engkau”, 26).  Bagi pemazmur, Tuhan adalah pribadi yang layak dan bisa diandalkan.  Tidak ada yang lain.  Bagaimana dengan pengalaman kita hari ini, adakah sikap iman kita telah mencerminkan pengenalan yang dalam tentang Tuhan atau justru sebaliknya?  Kita diundang untuk belajar membangun pemahaman dan pengalaman tentang Tuhan yang benar, melalui beragam peristiwa yang terjadi.

REFLEKSI
Kuasa dan kehadiran Tuhan lebih besar dari semua persoalan yang aku hadapi.

TEKADKU
Aku mau belajar lebih dalam tentang Tuhan yang hadir di dalam persoalanku.

TINDAKANKU
Bersama Yesus, aku mau menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan di hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«