suplemenGKI.com

Ibrani 13 : 1 – 8.

Kebaikan hati kristiani.

Ketika mendekati akhir suratnya penulis surat Ibrani memberikan nasehat-nasehat praktis dan konkrit untuk kehidupan umat Tuhan. Kata-kata nasehat itu nampak begitu jelas dan gambling melalui perintah dan larangan. Bahkan penulis Ibrani memberikan alasan-alasan yang mendasar, yang mendorong orang untuk mentaati perintah dan larangan.

  1. Ayat 1 – apa isi nasehat dari penulis surat Ibrani ? Mengapa kita harus melakukan hal itu ?
  2. Ayat 2 – apa nasehat berikutnya ? mengapa kita harus melakukannya ?
  3. Ayat 3 – apa isi nasehat dalam ayat ini ? apakah kita juga harus melakukannya ?

RENUNGAN.

Hari ini kita akan merenungkan tiga nasehat dari penulis kitab Ibrani dan semoga nasehat-nasehat tersebut dapat kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Nasehat pertama : Peliharalah kasih persaudaraan.

Ketika penulis surat Ibrani menasehati orang-orang Kristen pada jaman itu sangat mungkin bahwa orang-orang Kristen atau jemaat Kristen saat itu hidup dalam kondisi saling mementingkan diri sendiri, sehingga kasih persaudaraan antara orang-orang beriman menjadi atau telah pudar. Sudah barang tentu hal tersebut menjadikan keprihatinan bagi keutuhan kekristenan. Kebersamaan jemaat akan menjadi kuat dan berkat apabila ada pengikatnya yaitu kasih persaudaraan. Kasih persaudaraan harus tetap ada dan dipelihara sebaik-baiknya dalam kehidupan berjemaat sehingga tetap utuh dan kuat. Apabila tali persaudaraan itu terputus maka putus pula keutuhan jemaat. Dan hal itu sama sekali tidak kita harapkan terjadi di gereja kita.

Nasehat kedua : Jangan lupa memberi tumpangan kepada orang. ( Keramah tamahan  )

Dalam dunia kuno ada persahabatan yang mengagumkan yang disebut “persahabatan tamu”. Dari tahun ketahun para keluarga, meskipun mereka tidak saling bertemu mereka mempunyai kebiasaan saling menyediakan akomodasi. Kondisi-kondisi dimana para budak belian tidak punya rumah, para pengkotbah dan para nabi senantiasa berada di perjalanan juga banyak orang Kristen  yang juga melakukan perjalanan maka dipandang baik orang-orang Kristen (jemaat) dapat memberi tumpangan. Hal itu harus dilakukan setiap orang Kristen ( pada jaman itu ) sebagai bukti keramah tamahannya kepada orang lain. Jika hal ini diterapkan kadalam jemaat saat ini keramahtamahan dapat diwujudkan dengan kepedulian kepada orang lain.

Nasehat ketiga : Ingatlah kepada orang-orang hukuman dan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang. ( rasa simpati kepada mereka yang dalam kesulitan ).

Pada jaman kuno banyak orang Kristen  dipenjara, hal itu terjadi mungkin karena imannya. Atau mereka mengalami keadaan yang sangat buruk, mungkin karena hutangnya sebab mereka miskin. Pada saat seperti itulah pada jaman itu gereja bertindak memberikan pertolongan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan. Betapa indahnya kehidupan seperti itu. Orang-orang Kristen jaman sekarang juga banyak yang menghadapi kesulitan yang jika di klasifikasi terdapat macam-macam kesulitan yang sisebabkan oleh berbagai macam sebab. Sudahkah gereja/orang Kristen bertindak memberikan pertolongan ? jika anda adalah orangnya sudihkah anda tampil sebagai penolong ? jawabannya ada dalam hati anda sekalian ! Amin.

“Kasih persaudaraan, Keramahtamahan, kepedulian terhadap sesama menjadi kekuatan kekristenan”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*