suplemenGKI.com

Kamis, 25 Mei 2017

24/05/2017

MERAYAKAN KEMENANGAN

Mazmur 68:20-36

 

PENGANTAR
Ada banyak cara orang merayakan kemenangan.  Ada yang merayakan dengan mengundang banyak teman untuk bersama-sama bersekutu yang dipenuhi ucapan syukur dan pujian kepada-Nya.  Ada yang merayakan dengan mengundang banyak teman untuk berpesta pora, diisi perjamuan makan dan minum yang diakhiri kemabukan.  Tidak jarang pesta semacam ini berujung pada tindakan yang jahat dan cemar.  Bagaimana cara Israel merayakan kemenangan atas musuhnya?  Mari kita baca dan pelajari. 

PEMAHAMAN

  • Ayat 20-28: Apa yang dilakukan Israel saat merayakan kemenangan?
  • Ayat 25-28: Bagaimana gambaran perayaan kemenangan Israel?
  • Apa sumber kemenangan Israel?
  • Bagaimana cara saudara merayakan kemenangan?  Apakah di saat saudara memperoleh kemenangan masih dapat menjadi berkat bagi sesama?

Secara keseluruhan, Mazmur 68 merupakan pujian perayaan kemenangan Israel atas musuh-musuhnya.  Sumber kemenangan Israel disimbolkan dengan tabut Allah yang berarti hadirnya Allah di tengah-tengah umat-Nya (bdk. 2-4; 5-11; 12-19).  Dalam Mazmur 68 ini, bangsa Israel mengakui bahwa kemenangan itu hanya bersumber dari hadirnya Allah yang bertindak atas musuh-musuh Israel.  Dalam ay.25-28 menggambarkan pawai kemenangan pasukan perang Israel dengan kelengkapan senjata dan pujian gegap gempita saat memasuki kota Yerusalem.  Penuh kegembiraan, bukan untuk kebanggaan karena telah menikmati kemenangantetapi agar kemuliaan Allah terpancar nyata di hadapan seluruh umat-Nya.  Ay.28 menyebutkan bagaimana suku-suku di Israel,  seperti Benyamin, Yehuda, Zebulon, Naftali harus ikut dalam arakan perayaan kemenangan untuk memuliakan Dia.

Perayaan kemenangan Israel itu berisiPertama: pengakuan kedaulatan Allah yang telah menyelamatkan umat-Nya (ay.20-22) sehingga membawa Israel dapat merasakan kembali hadirat Allah (ay.23-24).  Kedua:pujian-pujian kepada Allah dalam arak-arakan dengan diiringi kecapi dan rebana (ay.25-27).  Umat Allah memuji dan berterimakasih atas kebesaran-Nya yang memberika kemenangan itu.  Ketiga:ajakan kepada semua warga kota untuk turut menikmati sukacita kemenangan itu (ay.25-28), sehingga semua umat ikut merasakan pertolongan-Nya.  Keempat:seruan peringatan agar musuh-musuh Israel tidak lagi datang menyerang tetapi tunduk pada kemahakuasaan Allah dan meninggikan-Nya (ay.29-36).

Pada akirnya, perayaan kemenangan itu membawa umat Allah menyadari kebesaran-Nya sehingga kemuliaan Allah disaksikan semua bangsa.  Perayaan kemenangan itu juga membawa musuh-musuh Israel menyadari siapa Allah Israel yang telah bertindak membela umat yang dikasihi-Nya.  Perayaan kemenangan yang memenangkan hati umat-Nya dan semua suku bangsa.  Perayaan kemenangan yang berdampak kemuliaan bagi-Nya, sebab segala sesuatu adalah karya-Nya.

REFLEKSI
Mari merenungkan: rayakan kemenangan bukan untuk menunjukkan kehebatan diri sendiri tetapi untuk kemuliaan-Nya.  Yaitu perayaan untuk memenangkan hati, membawa orang lain bertumbuh imannya dan ikut mengakui kebesaran-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolong aku merayakan kemenangan dengan benar.  Setiap perayaan kemenangan sekecil apapun, dapat membawa orang lain bertumbuh imannya dan mengakui kebesaran-Mu.

TINDAKANKU
Lebih bijak ketika mengadakan perayaan kemenangan (ibadah ucapan syukur, ketika sharing, ketika upload kegembiraan di medsos dll) agar bisa menjadi berkat bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*