suplemenGKI.com

Kamis, 25 Maret 2021

24/03/2021

Markus 11:1-11

BERANI MENJADI MURID KRISTUS

PENGANTAR
Dalam situasi tertentu, menjalani hidup sebagai murid Kristus membutuhkan keberanian yang besar. Adakalanya kita harus berada di tengah lingkungan yang tidak menyukai orang-orang Kristen, dan kita harus siap menjadi sasaran kebencian mereka. Adakalanya kita harus berada di lingkungan yang jahat, dan kita harus melawan arus ketika menyatakan dan melakukan kebenaran.

Perjalanan Yesus ke Yerusalem juga membutuhkan keberanian yang besar. Di Yerusalem, Yesus akan berhadapan langsung dengan para pemimpin agama Yahudi yang membenci-Nya. Yesus tahu risiko apa yang akan dihadapi-Nya di sana. Ia akan dihina, disiksa, dan dibunuh (Mar. 10:33-34).

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-6.       Bagaimana Yesus masuk ke kota Yerusalem? Bagaimana Ia mempersiapkan hal itu? Mengapa Yesus memilih cara tersebut? (lihat Zakaria 9:9)
  • Ay. 7-11.    Bagaimana orang banyak menyambut Yesus? Dengan sambutan seperti ini, risiko apa yang akan dihadapi oleh Yesus? (lihat Mar. 14:61-65).

Yesus memutuskan untuk masuk ke kota Yerusalem dengan cara yang khusus: menunggang seekor keledai. Yesus memberikan perintah yang cukup rinci kepada dua orang murid-Nya: kemana mereka harus pergi, keledai seperti apa yang harus diambil, dan jawaban apa yang harus berikan jika ada orang yang bertanya (ay. 2-3). Semua itu menunjukkan bahwa Yesus mempersiapkan semua itu dengan baik. Mengapa Yesus melakukan semua ini? Yesus hendak mengingatkan mereka kepada perkataan nabi Zakaria,” Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” (Zak. 9:9).  Yesus mendeklarasikan kepada banyak orang bahwa Ia adalah Mesias.

Masuknya Yesus ke Yerusalem dengan menunggang keledai menarik perhatian banyak orang.  Mereka menyambut Yesus dengan menghamparkan pakaian mereka di jalan dan menyebarkan ranting-ranting hijau di jalan yang dilalui-Nya. Cara ini lazim dilakukan untuk menyambut seorang raja yang baru saja mengalahkan musuh-musuhnya dalam peperangan. Mereka juga menyambut Yesus dengan nyanyian dikutip dari Mazmur 118:26. Nyanyian ini lazim digunakan untuk menyambut para peziarah yang datang ke Yerusalem, namun nyanyian ini juga dikenal sebagai nyanyian mesianik karena di dalamnya juga terkandung pengharapan akan kedatangan Mesias.

Masuknya Yesus ke Yerusalem dengan mendeklarasikan diri sebagai Mesias, dan juga sambutan orang banyak itu, menandai konflik yang semakin memuncak antara Yesus dengan para pemimpin agama Yahudi.  Deklarasi diri Yesus sebagai Mesias ini juga yang kemudian menjadi alasan untuk menjatuhi-Nya hukuman mati (Mar. 14: 61-65).

REFLEKSI
Yesus adalah seorang pemberani. Keberanian Yesus seharusnya juga memotivasi kita yang membutuhkan keberanian untuk menjalani hidup sebagai murid-murid-Nya.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah kepadaku keberanian dan juga hikmat untuk menjalani hidup sebagai murid-Mu,

TINDAKANKU
Mulai hari ini aku akan lebih berani menyatakan jati diriku sebagai murid Kristus melalui sikapku, perkataanku, dan tindakanku, khususnya di tempat di mana sebelumnya aku takut untuk menyatakannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«