suplemenGKI.com

Kamis, 25 Juni 2015

24/06/2015

PERSAHABATAN YANG SEJATI

 

1 Sam 20:1-25

 

Pengantar
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan sesamanya, sehingga manusia dapat dengan mudah berelasi satu dengan yang lain. Manusia dalam berinteraksi satu dengan yang lain dapat memiliki kedekatan-kedekatan tertentu namun juga dapat terjadi hubungan yang kurang harmonis bahkan permusuhan. Pada hari ini kita akan melihat hubungan antara Yonatan dengan Daud, Yonatan sebagai anak Raja dan Daud sebagai pegawai istana.

Pemahaman

Ay 1-4, Apa yang sedang dipercakapkan antara Yonatan dan Daud?
Ay 5-9, Perjanjian apakah yang sedang dilakukan antara Yonatan dan Daud?
Ay 10-25, Jawaban apakah yang diberikan Yonatan terhadap kekuatiran Daud?
Ay 1-25, Persahabatan yang bagaimanakah yang dibangun antara Yonatan dan Daud?

Pada bagian ini Daud berbicara kepada Yonatan tentang rencana Raja Saul yang ingin membunuh Daud. Daud tidak paham mengapa raja Saul begitu membencinya,padalah ia telah melakukan tugas dan perintah raja dengan baik dan benar.

Yonatanpun juga masih berharap bahwa ayahnya, tidak membenci Daud apalagi ingin membunuhnya. Maka Yonatan bersepakat dengan Daud bahwa ia akan memberitahukan Daud kalau memang raja Saul ingin membunuhnya. Yonatan dengan sungguh-sungguh ingin menyelamatkan Daud dari ancaman pembunuhan yang akan dilakukan oleh raja Saul.

Mereka berdua akhirnya mengikat perjanjian antara Yonatan dan Daud serta seluruh keturunan mereka bahwa mereka akan saling menjaga satu dengan yang lain.

Yonatan akhirnya mengetahui bahwa raja Saul sangat membenci Daud dan ingin segera membunuh Daud. Yonatan memberitahukan hal ini kepada Daud, dan mereka tetap menjadi sahabat.

Yonatan mau mengikat persahabatan yang sejati dengan Daud, walaupun Daud sebagai hamba raja Saul. Yonatan tidak merasa bahwa dia terlalu rendah bergaul dengan Daud mengingat ia anak raja, namun Yonatan justru menunjukan kasihnya yang besar kepada Daud sehinggai mau mengikat persahabatannya sampai mati.

Satu hal yang indah di dalam persahabatan mereka yaitu menghadirkan Tuhan ditengah-tengahnya. Mereka menyadari bahwa karena Tuhan mereka dipertemukan dan mereka dapat saling mengasihi satu dengan yang lain.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: bagaimana anda memperlakukan teman atau sahabat anda?

Apakah dalam pertemanan atau persahabatan anda sudah menghadirkan Tuhan ditengah-tengahnya?

Tekad
Ya, Tuhan sering kali kami memperlakukan teman atau sahabat hanya sebagai pelengkap penderita saja, kalau senang kami lupa dengan mereka kalau sedih, kami menuntut dia ada disekitar kami. Ampuni kami ya Tuhan?

Tindakan
Hari ini, saya akan memperhatikan kebutuhan teman atau sahabat dengan cara mengajak berbicara dengannya secara khusus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«