suplemenGKI.com

SEMUA KARENA IMAN

Roma 4:13-25

 

PENGANTAR
Apa yang saudara hendak katakan kepada seseorang yang memutuskan pergi tapi belum jelas tujuannya?  Sama halnya dengan Abraham yang bagi orang sejamannya atau mungkin juga hari ini, keputusannya boleh dibilang berani dan nekat.  Lalu apa yang menjadi dasar keputusan Abraham untuk tetap pergi dan meninggalkan keluarganya?  Bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat pentingnya iman dalam kehidupan.  Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Berpegang pada apakah Abraham pergi meninggalkan keluarganya? (ayat 13)
  • Sebaliknya berdasarkan pada hal apakah yang mendatangkan kesia-siaan? (ayat 14, 15)
  • Apa yang mendasari kehidupan percaya saudara?

Ada perbedaan pokok antara jemaat Kristen perdana di Yerusalem dengan jemaat baru di luar Yerusalem.  Jemaat Kristen perdana mengalami langsung karya pelayanan Kristus.  Setidaknya, Yerusalem menjadi pusat saksi yang bisa menceritakan bagaimana karya dan kuasa Kristus dinyatakan kepada banyak orang.  Jadi lebih mudah mempercayai kebenaran tentang Kristus.  Tidak demikian bagi orang Kristen di Roma, terkhusus mereka yang belum percaya.  Atas dasar apa mereka mempercayai pengajaran yang disampaikan Paulus melalui suratnya?  Pada konteks inilah, Paulus menyampaikan pengajarannya dengan menggunakan sudut pandang pengalaman beriman Abraham.  Iman Abraham bukan tanpa dasar atau seolah berfokus pada sesuatu yang tidak bisa dipercayai.  Abraham dan keturunannya menerima janji berkat Allah bukan karena melakukan hukum Taurat, tetapi karena imannya akan janji Allah (ayat 13).

Kata janji yang dipakai Paulus adalah ‘epanggelia’, artinya janji yang dibuat berdasarkan kebaikan hati seseorang dan diberikan tanpa syarat.  Makna kata ini tidak menunjuk pada kesempurnaan Abraham sebagai pribadi.  Sebaliknya menekankan aspek kasih karunia Allah yang telah menetapkan dan memanggil Abraham, meskipun ia tidak layak dan tidak sanggup memenuhi standar kebaikan-Nya.  Bahkan sebenarnya Abraham tidak punya dasar untuk berharap.  Sebab tidak ada satupun contoh yang dapat menjadi panutan iman Abraham.  Namun justru dari keadaan itulah,  Abraham tidak bimbang, “malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan” (ayat 20b, 21).  Akhirnya, Abraham memiliki keturunan sebagaimana yang Allah janjikan.  Semua bermula dari iman yang berpegang pada janji Allah.

Bagaimana hidup kita?  Apakah hari ini kita mulai mundur dari panggilan karena Allah seolah tidak segera menjawab pergumulan?  Mengikut dan melayani Yesus bukanlah perjalanan mudah.  Allah dapat mengijinkan keadaan tersulit sekalipun untuk menanamkan iman sebagai dasar pengharapan kepada-Nya.  Bertumbuhlah dalam iman melalui kesulitan hidup dan pelayanan.  Sebaliknya, wujudkanlah iman dengan tetap semangat menjalani kesulitan hidup dan pelayanan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: apakah saudara mulai putus asa atau berpikir melakukan hal-hal yang buruk dalam menjalani kehidupan yang sulit?  Apakah saudara berpikir atau memiliki niat mundur dari pelayanan?  Mengapa?  Menjadi pengikut Kristus bukan sekadar berani tidaknya menghadapi persoalan, tetapi yang jauh lebih penting adalah ada tidaknya iman sebagai dasar menjalani kehidupan dan menyelesaikan persoalan. 

TEKADKU
Ya Tuhan tumbuhkanlah iman yang kuat melalui berbagai kesulitan hidup dan pelayanan.  Tolonglah agar aku tidak berputus asa atau mundur dari pelayanan.  Tolonglah agar aku yakin Engkau besertaku dan memampukan aku!

TINDAKANKU

  • Aku mau menuliskan dalam secarik kertas kesulitanku dan langkah atau rencana yang akan aku lakukan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan.
  • Bersama Tuhan aku mau menghadapi kesulitan dengan cara mulai mengerjakan kembali rencana dalam keluarga, pekerjaan dan pelayanan sebagai wujud imanku kepada-Nya.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«