suplemenGKI.com

Tetap Beriman Walau Dalam Kesulitan

 

Daniel 3:16-30

 

Pengantar
Biasanya orang tidak akan mempermasalahkan imannya kalau dalam keadaan atau kondisi yang baik, misalnya sehat, kaya, sukses,pandai atau bahagia. Namun sering kali orang bertanya-tanya tentang imannya atau iman orang lain kala mereka menghadapi tantangan, penderitaan atau bahkan kesusahan. Seakan akan beriman itu hanya dimengerti dalam kondisi yang baik-baik saja dan bukan dalam kondisi yang kurang baik bahkan menderita. Benarkah beriman itu hanya dalam kondisi yang baik-baik saja? Mari kita mencoba memperhatikan bacaan di atas.

 

Pemahaman

Ay 16.            Apa yang sedang terjadi pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego?

Ay 17-18,    Apa jawaban yang diberikan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego kepada raja Nebukadnezar?

Ay 19-22,    Apa reaksi dari raja Nebukadnezar terhadap jawaban mereka?

Ay 23-27     Apa yang terjadi pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di dapur perapian?

Ay 28-30     Apa reaksi dari raja Nebukadnezar setelah melihat keajaiban yang terjadi dalam diri Sadrakh, Mesakh dan Abednego?

Di dalam kitab Daniel pasal 3, dikisahkan bahwa raja Nebukadnezar membuat patung emas dan memerintahkan kepada semua orang yang berada di wilayah Babel untuk menyembah patung tersebut. Raja Nebukadnezar juga memberi ketetapan bagi mereka yang tidak mentaatinya akan mendapatkan hukuman dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

Rupanya ada orang-orang Kasdim yang memperhatikan cara beribadah Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang tidak sesuai dengan perintah raja Nebukadnezar, maka mereka bertiga di tangkap dan diperhadapkan kepada raja Nebukadnezar.

Di hadapan raja Nebukadnezar, mereka bertiga mengungkapkan kenyakinannya akan Tuhan yang hidup dan bukan patung emas yang dibuat oleh raja, mereka berketetapan tidak mengubah keyakinannya, bahkan kalaupun mereka tidak terselamatkan dari perapian tersebut, mereka tetap beriman kepada Tuhan yang hidup.

Sadrakh, Mesakh dan Abednego menyakini akan imannya walaupun mereka sedang menghadapi kesulitan bahkan penderitaan mereka tetap tidak mau berpaling dari Tuhan yang hidup. Mereka tidak menuntut Tuhan untuk membebaskan kesulitannya namun mereka menghadapinya bersama dengan Tuhan.

Tetap beriman kepada Tuhan di saat-saat sulit justru membuktikan kualitas imannya yang sungguh-sungguh mendalam dan hidup.

Refleksi
Ambil beberapa menit untuk merenungkan: Sejauh mana kita beriman kepada Tuhan? Bagaimana kita menghadapi kesulitan dalam hidup ini?

Tekad
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berani menghadapi kesulitan hidup ini dengan terus beriman kepadaMu

Tindakanku
Hari ini kalau menjumpai kesulitan, tetap percaya bahwa Tuhan berjalan bersama kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«