suplemenGKI.com

Mazmur 148:7-14

 

Biarlah Semuanya Memuji Tuhan (2)

 

Pengantar:
            CS. Lewis dalam refleksinya di Jurnal Living Life edisi april 2013, bercerita tentang pengalaman sahabatnya yang baru kembali dari pelayanan misi di Timur Tengah. Inti ceritanya adalah tentang banyak hal yang sedang dikerjakan Allah di Timur Tengah, salah satunya adalah akhir-2 ini ada banyak jiwa dimenangkan di dalam Tuhan Yesus. Dari pengalaman sahabatnya itu Lewis kemudian berkata bahwa Allah itu hidup dan bekerja. Dia telah memulai sebuah misi dan Dia akan memastikan bahwa misi itu terselesaikan, seperti Dia menyelesaikan penciptaan jagat raya dan seluruh isinya. Siapakah yang dapat menduga pekerjaan Allah? Lewis menutup ceritanya dengan sebuah kalimat “Anda tidak dapat menganalisis Allah. Ia terlalu menakjubkan, terlalu besar, terlalu misterius” Saya pikir perkataan Lewis itu tepat sekali. Jika demikian apa yang paling pantas kita lakukan bagi Allah, selain memuji-muji Dia!

 Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang saudara pikirkan, ketika membaca seruan pemazmur agar binatang-2 yang ekstrimpun seperti ular, binatang liar, orang-orang berpengaruh seperti raja-2, pembesar-2 di bumi, samudera raya, api, serta cuaca ekstrim dan sebagainya diserukan untuk memuji Tuhan? (v. 7-11)
  2. Mengapa setelah pemazmur menyerukan agar memuji Tuhan, kemudian ditutup dengan ayat 14, yang terkesan bahwa Allah mengistimewakan umat-Nya!

Pemahaman:
            Mazmur 148:7-14, merupakan ajakan pemazmur kepada segala ciptaan Tuhan yang ada di dalam bumi, baik berupa benda, musim juga makhluk hidup tanpa terkecuali baik yang ekstrim atau lembut semua harus memuji Tuhan, karena Dialah yang maha tinggi. Dari setiap kategori yang disebutkan pemazmur semuanya mempunyai karakter yang bisa saja menjadi alasan untuk memegahkan diri, ditakuti dan merasa pantas untuk dipuji. Misalnya raja, pembesar, orang tua/muda, karena masing-2 merasa punya kelebihan/kedudukan maka bisa jadi ada kecenderungan ingin dipuji. Begitu juga dengan alam. Tidak jarang suatu komunitas tertentu memuja alam, laut, gunung, api dan sebagainya, sekalipun benda-2 tersebut sesungguhnya tidak minta dipuji, tetapi tidak jarang justru manusia menjadikannya objek untuk dipuja. Di mata pemazmur semua kategori yang ada di bumi ini apapun karakternya, itu semua adalah ciptaan Tuhan, sehingga tidak pantas untuk dijadikan objek pujian, yang layak untuk dipuja hanya satu yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta dan segala isinya (v. 13)

            Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling istimewa dari semua ciptaan-Nya yang lain (band Kej 1:26) Ketika manusia yang adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna tidak lagi menjadikan memuji Tuhan sebagai karakternya, maka sesungguhnya manusia lupa bahwa dia adalah makhluk yang istimewa di hadapan Tuhan. Ketika manusia menjatuhkan pujiannya kepada hal-hal lain di luar Allah maka dia sesungguhnya tidak kenal penciptanya. Apalagi lagi ketika manusia mulai cenderung ingin mengambil posisi Allah dalam hidupnya. Jadi pesan di ayat. 14 adalah tegas agar manusia justru harus menjadi yang pertama memuji Allah dan selanjutnya diikuti oleh semua ciptaan yang lainnya.

Refleksi:
            Mari sejenak merenung, apakah kita mengenal Allah dengan sungguh-sungguh? Apakah kita memuji Allah sungguh-sungguh dalam hidup kita? Jika ia pasti kita tidak akan rela menggantikan posisi Allah dengan yang lain-2

Tekad:
            Tuhan terkadang saya secara tidak sadar menjadikan diri sendiri objek pujian, dengan merasa lebih baik, lebih hebat dari ciptaan-Mu yang lain, ampuni saya Tuhan.

Tindakan: 
            Mulai saat ini, saya ingin mengenal Allah dengan sungguh-sungguh agar dapat memuji-Mu dengan benar dan tulus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«