suplemenGKI.com

Ibrani 13:1-8.

 

Ciri Hidup Orang Percaya.

Pengantar:
Suatu kali seorang ibu yang sudah  janda mengungkapkan kekuatirannya dalam sebuah tulisan di akun pribadinya, karena anak  perempuan satu-satunya setelah lulus kuliah harus pergi ke kota lain untuk bekerja. Ibu janda itu merasa dia akan selalu sendirian tanpa ditemani anaknya yang selama ini sejak suaminya meninggal dunia telah menjadi teman setianya. Salah satu kalimat yang di tulisnya adalah “Jika saja suamiku masih hidup, mungkin perasaan kuatirku tidak seburuk ini, jika saja aku mempunyai anak lebih dari satu, tentu aku masih punya teman di rumah walaupun yang satu bekerja ke luar kota, jika aku mempunyai saudara, mungkin dia bisa menjadi teman curhatku di kala aku merasa sendirian” Ibu janda ini tidak menyadari kalau tulisannya dibaca oleh banyak orang, terutama kaum ibu di gerejanya. Dia sangat terkejut karena beberapa waktu kemudian, ibu-ibu dari gerejanya secara bergantian dua kali seminggu mengunjungi, berbagi pengalaman dan tentu saja mendoakannya. Sejak itu ia tidak lagi merasa kesepian apalagi merasa sendirian, karena sekarang dia mempunyai banyak sahabat yang selalu siap menemani dan mendengar curahan hatinya. Ibu-ibu dari gereja itu telah menunjukkan ciri hidup orang percaya bagi sesama.

Pemahaman:

  1. Apakah pesan penting dalam surat Ibrani 13 ini (V. 1-5)
  2. Siapakah yang menjadi model kasih persaudaraan bagi kita orang percaya? (v. 6-8)

Penulis Ibrani 13 ini hendak memberikan nasihat kepada setiap pembaca untuk melakukan segala kebaikan yang adalah ciri hidup orang percaya. Kebaikan-2 itu di antaranya adalah kasih persaudaraan dan keramahtamahan (hospitalitas). Kasih persaudaraan (Yun – Philadelphia) merupakan kasih yang muncul di antara sesama umat yang telah dipersatukan oleh kematian Kristus. Ikatan kasih itu membuat orang kristen mempunyai hubungan yang hangat satu sama lain sebagai saudara. Wujud dari kasih persaudaraan itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya: memberi tumpangan atau tempat tinggal sementara kepada yang membutuhkan, memperhatikan orang-orang hukuman (menderita karena keteledorannya) Menghormati dan menghargai rumah tangga, peduli dengan kebutuhan orang lain, dalam hal ini berbagi dengan sesama. Dan yang menarik, kebaikan yang dilakukan kepada sesama dengan kasih, berarti melakukannya untuk malaikat (v.2)

Kasih persaudaraan yang dilakukan sebagai rangkaian kebaikan itu dihayati sebagai meneladani Kristus yang telah melakukannya bagi kita, bahkan Yesus rela berkorban demi kasih-Nya kepada kita. Keteladanan Yesus itu bersifat kekal, artinya sampai kapanpun model kasih persaudaraan sesama orang percaya adalah cerminan dari kasih Kristus melalui kita.

Refleksi:
Renungkanlah, sudahkah kita menghidupi ciri hidup sebagai orang percaya? Dengan melakukan segala kebaikan sebagai wujud kasih persaudaraan satu dengan lainnya?

Tekad:
Tuhan, ampuni aku kalau selama ini aku terlalu egois dan mementingkan diri sendiri.

Tindakkan:
Belajar untuk menghidupi kasih persaudaraan sebagai wujud ciri sebagai orang percaya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*