suplemenGKI.com

Mazmur 26: 1-3

BERANI HIDUP TRANSPARAN

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

1. Dari seluruh doa yang diucapkan oleh pemazmur, temukan hal-hal apa saja yang menjadi permohonan pemazmur!

2. Apa yang sudah pemazmur lakukan dalam hidupnya sehingga ia berani menaikkan permohonan yang demikian?

3. Menurut Anda, apa yang seringkali menjadi penyebab orang tidak umum/tidak suka memohon dirinya diuji dan diselidiki oleh Tuhan?

4. Apa yang bisa Anda teladani dari pemazmur melalui bacaan ‘penggalan’ doanya hari ini?

RENUNGAN

Doa memohon Tuhan menyelidiki dan menguji diri kita bukanlah doa yang umum disukai atau dilakukan oleh banyak orang. Mengapa demikian? Doa yang demikian boleh dikatakan doa yang nekad, doa yang berani, dan sangat tipis jaraknya membedakan apakah doa yang demikian adalah doa menyombongkan diri atau memang doa yang tulus dan sebenar-benarnya. Tetapi dalam diri pemazmur tidak sedikitpun kita menangkap ada kesan sombong dibalik doanya, melainkan ada kesan penyerahan diri sepenuhnya untuk diperiksa oleh Tuhan.

Meski memang ada latar belakang pergumulan khusus yang dihadapi pemazmur (renungan lanjutan besok) sehingga ia berdoa demikian, tetap ada poin penting yang bisa kita teladani hari ini, yakni bahwa (1) pemazmur sungguh mengimani bahwa Allahnya adalah Allah yang Mahatahu, sehingga tidak ada satu hal pun yang bisa ia sembunyikan di hadapan Allah; (2) pemazmur menghidupi apa yang ia imani dengan cara menjaga hidupnya benar di hadapan Tuhan. Ia sungguh menghormati kahadiran Allah yang Mahatahu dalam hidupnya. Permohonannya untuk diselidiki dan diuji oleh Tuhan bukanlah pemanis bibir, tetapi lahir dari hati dan perjuangan hidup. Pemazmur tahu bahwa ia sedang berhadapan dengan Allah yang Mahatahu, yang tidak pernah bisa dibohongi. Ia berani meminta keadilan sebab ia telah hidup dalam ketulusan. Ia berani diuji, dicoba dan diselidiki batinnya oleh Tuhan sebab matanya tertuju pada kasih setia Tuhan dan ia hidup dalam kebenaran. Pemazmur berani hidup transparan di hadapan Tuhan.

Sementara ada banyak orang hari ini memang dengan mudah mengakui di bibir bahwa Allah itu Mahatahu, tetapi kemahatahuan Allah tidak berdampak apa-apa dalam hidupnya. Orang-orang yang demikian tetap saja dengan santai berbuat dosa, dengan tenang menyembunyikan pelanggarannya seakan Tuhan tidak pernah tahu.

Belajar dari pemazmur, hari ini kita diingatkan bahwa Allah kita adalah Mahatahu. Dan karena itu, pernahkah Anda terpikir untuk berdoa seperti pemazmur? Beranikah Anda berdoa seperti pemazmur? Keberanian kita berdoa demikian akan berjalan beriringan dengan kesungguhan dan perjuangan kita menjaga hidup benar di hadapan Tuhan.

Mengimani bahwa Allah kita Mahatahu adalah diwujudkan dengan memiliki transparansi hidup dihadapanNya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«