suplemenGKI.com

MENTALITAS MENYALAHKAN

Matius 21 : 23 – 32

 

PENGANTAR
Suatu ketika di sebuah sekolahan TK, seorang murid TK tersandung kursi dan terjatuh dan menangislah anak tersebut. Mengetahui anaknya jatuh, si ibu datang menolong, dan berkata kepada anaknya, “Cup, cup, cup, anakku sayang ! Kursinya nakal ya, sini, ibu pukul kursinya”. Sudah diam sayang, kursinya sudah ibu pukul. 

Dari peristiwa tersebut, si ibu telah mengajarkan prinsip menyalahkan pihak lain sejak anak itu kecil. Padahal anak itu jatuh karena anak itu sendiri yang kurang berhati-hati. Mentalitas menyalahkan orang lain ternyata sudah ada jauh sebelumnya pada masa Adam dan Hawa hidup di taman Eden. Ketika Tuhan Allah bertanya kepada Adam,  apakah engkau makan dari buah pohon yang kularang engkau makan itu ? Adam justru melempar kesalahan kepada Hawa dihadapan Tuhan.

Melalui bacaan hari ini, kita akan merenungkan  bagaimana sikap para imam dan tua-tua Yahudi yang mencari kesalahan dari pelayanan Tuhan Yesus.

PEMAHAMAN

  1. Mengapa para imam kepala dan tua-tua Yahudi bertanya kepada Tuhan Yesus demikian, : “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu ?”, “Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu ?” ( Ayat 23 )
  2. Bagaimana Tuhan Yesus menjawab pertanyaan tersebut ? ( ayat 24-25a )
  3. Bagaimana respon dari para imam dan tua-tua Yahudi ? ( ayat 25b-27 )
  4. Apa maksud dari perumpamaan tentang dua orang anak ? ( ayat 28-32 )

Para imam dan tua-tua Yahudi, mempertanyakan dengan kuasa mana Tuhan Yesus melakukan “hal-hal itu”. Yang dimaksud dengan “hal-hal itu” adalah semua pelayanan Tuhan Yesus, termasuk, menyembuhkan orang sakit, menyucikan Bait Allah, mengajar di Bait Allah dls. Mereka mempersoalkan atas otoritas siapakah Yesus bertindak ? Jadi mereka mau menjalankan peraturan yang ketat tanpa mempedulikan kebenaran dengan mencari kesalahan orang lain ( Yesus Kristus ).

Tuhan Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka secara langsung, tetapi dengan memberi pertanyaan balik demikian, “Dari manakah baptisan Yohanes ? Dari Sorga atau dari manusia ?”.  Pertanyaan Tuhan Yesus ini membingungkan para imam dan tua-tua Yahudi, karena  mereka tahu bahwaYohanes adalah seorang nabi dan Yohanes adalah orang yang mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah (Yoh 1 : 29-34, 5 : 33 ). Dan akhirnya para imam dan tua-tua Yahudi menjawab, “Kami tidak tahu”.

Dari jawaban tersebut memperlihatkan bagaimana sikap para imam kepala dan tua-tua Yahudi, yang kelihatannya taat dan dekat dengan Tuhan namun hatinya jauh dari ketaatan. Hal ini tepat dengan perumpamaan tentang dua orang anak. Ketika sang Bapa memerintahkan kepada anak pertama, “Anakku pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur”. ( 28 ). Jawab anak pertama : baik Bapa, tetapi ia tidak pergi (29). Kemudian Bapa pergi ke anak ke dua dan berkata yang sama. Dan anak kedua berkata : Aku tidak mau, tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi (30). Anak pertama seolah-olah taat tetapi ia tidak melakukan perintah/kehendak bapanya. Ini adalah gambaran dari para imam, ahli taurat dan tua-tua Yahudi. Sedangkan anak kedua mulanya ia menjawab tidak mau, ini menggambarkan orang yang tidak peduli terhadap hukum taurat. Namun kemudian ia menyesal/bertobat, sehingga akhirnya ia pergi. Yang dimaksud anak ke dua ini adalah para pemungut cukai dan orang berdosa, yang telah menyesal dan bertobat dan mau taat kepada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan menghendaki kita, umat percaya hidup dalam ketaatan. 

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : apakah anda pernah melakukan kesalahan tapi melemparkan kesalahan itu kepada orang lain ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah saya, karena seringkali saya melakukan kesalahan tetapi justru melemparkan kesalahan itu kepada orang lain. tolonglah saya untuk tidak mencari kesalahan terhadap orang lain. 

TINDAKANKU
Lebih baik berani mengakui kesalahan dari pada melemparkan kepada orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*